Pembagian Makan Bergizi Gratis Berakhir Sementara 17 Maret, Akan Kembali 31 Maret

0
MBG
Ilustrasi Makanan Bergizi Gratis (MBG). Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi tumpuan bagi ribuan siswa hingga ibu hamil akan memasuki masa jeda sementara. Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengonfirmasi bahwa penyaluran paket nutrisi tersebut untuk tahap ini akan berakhir pada Selasa (17/3/2026).

Pernyataan ini disampaikan Dadan usai menghadiri rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (16/3/2026). Rapat tersebut secara khusus membahas harmonisasi program di antara kementerian dan lembaga dengan alokasi anggaran terbesar, termasuk Badan Gizi Nasional yang kini memegang peran vital dalam peningkatan kualitas SDM nasional.

Baca Juga :  Program Makan Bergizi Gratis di Bogor Berujung Keracunan, Pengawasan Mutu Makanan Jadi Sorotan

Meskipun akan memasuki masa jeda, Dadan memastikan bahwa petugas di lapangan tetap akan bekerja maksimal untuk menyelesaikan distribusi terakhir hingga esok hari. Fokus sasaran tetap mencakup kelompok rentan yang telah terdata.

“Untuk MBG kan kita terakhir hari besok ya, untuk ibu hamil, misalkan anak balita, anak sekolah kan sudah dimasukkan,” ujar Dadan di hadapan awak media.

Baca Juga :  Insiden Keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Catat 221 Kasus dari 441 Keracunan Pangan Nasional

Langkah penghentian sementara ini nampaknya menjadi bagian dari evaluasi dan sinkronisasi anggaran agar penyaluran ke depannya lebih tepat sasaran dan efisien. Namun, masyarakat tidak perlu khawatir akan keberlanjutan program ini. Dadan memberikan kepastian bahwa paket makanan bergizi tersebut akan kembali menyapa meja makan siswa dan warga yang membutuhkan pada pengujung bulan ini.

Baca Juga :  Dapur Gizi Hadir di Bantarkaret, Perempuan Lokal Jadi Penggerak Ekonomi Desa

“Kita akan menyalurkan kembali nanti di tanggal 31 Maret 2026,” tegasnya.

Program MBG sendiri merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk menekan angka stunting dan meningkatkan konsentrasi belajar siswa melalui intervensi gizi langsung. Dengan adanya jeda ini, diharapkan proses administrasi dan logistik pada kementerian terkait dapat lebih matang sebelum gelombang penyaluran berikutnya dimulai kembali secara serentak.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com