NARASITODAY.COM, YERUSALEM – Kepolisian Israel melaporkan bahwa sejumlah fragmen rudal dan puing sistem pencegat jatuh di beberapa titik sensitif di kawasan Kota Tua Yerusalem. Insiden tersebut terjadi setelah sistem pertahanan udara mencegat gelombang rudal yang diluncurkan dari Iran pada Selasa (17/3/2026).
Puing-puing tersebut dilaporkan menghantam sejumlah area yang memiliki nilai keagamaan tinggi bagi tiga agama besar dunia. Beberapa lokasi yang terdampak berada di sekitar Masjid Al-Aqsa, Church of the Holy Sepulchre, serta wilayah pemukiman Yahudi di kawasan Kota Tua.
Pihak kepolisian menyebutkan bahwa pencegatan rudal terjadi langsung di atas wilayah Yerusalem, sehingga sisa-sisa proyektil jatuh ke berbagai titik di kota tersebut.
“Selama rentetan rudal yang ditembakkan dari Iran menuju Yerusalem baru-baru ini, beberapa pencegatan terjadi di atas kota tersebut,” tegas Kepolisian Israel dalam pernyataan resminya dikutip Middle East Monitor.
Setelah kejadian itu, aparat keamanan segera dikerahkan ke sejumlah lokasi untuk mengamankan area dan mengevakuasi serpihan rudal yang berpotensi membahayakan warga maupun bangunan bersejarah.
“Menyusul pencegatan ini, pasukan polisi menemukan fragmen rudal dan puing pencegat, beberapa di antaranya berukuran besar, di beberapa lokasi di Kota Tua,” lanjut Kepolisian Israel.
Serangan rudal tersebut merupakan bagian dari konflik terbuka yang pecah sejak 28 Februari 2026. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer yang disebut Operasi Epic Fury terhadap Iran.
Operasi tersebut menargetkan sejumlah fasilitas nuklir dan pangkalan militer di Teheran. Dalam serangan awal itu, Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dilaporkan tewas, memicu respons militer besar-besaran dari Iran.
Sebagai balasan, Iran meluncurkan ratusan rudal balistik jenis Sejjil ballistic missile serta ribuan drone yang diarahkan ke wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di berbagai kawasan Timur Tengah.
Memasuki pekan ketiga konflik, militer Amerika Serikat dilaporkan telah menyerang ribuan target strategis di Iran. Serangan tersebut ditujukan untuk melumpuhkan kemampuan peluncuran rudal negara tersebut.
Meski demikian, Iran disebut masih terus melakukan perlawanan dengan berbagai langkah strategis, termasuk menutup jalur pelayaran penting di Selat Hormuz yang berdampak besar terhadap distribusi energi global. Selain itu, serangan rudal dan drone ke wilayah Israel juga dilaporkan masih terus berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














