NARASITODAY.COM – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) mengalami tekanan tajam sepanjang sepekan terakhir.
Dalam periode 16 hingga 21 Maret 2026, harga emas Antam tercatat turun kumulatif Rp 104.000 dan berakhir di level Rp 2.893.000 per gram.
Berdasarkan data dari laman resmi Logam Mulia yang dilansir dari Investor.id, pergerakan harga emas Antam cenderung fluktuatif dengan tren penurunan signifikan di akhir pekan.
Pada awal pekan, Senin (16/3/2026), harga emas turun Rp 5.000 menjadi Rp 2.992.000 per gram. Penurunan berlanjut pada Selasa (17/3), terkoreksi Rp 4.000 ke level Rp 2.988.000 per gram.
Sempat menguat pada Rabu (18/3) sebesar Rp 8.000 ke posisi Rp 2.996.000 per gram, harga emas kembali tertekan tajam sehari setelahnya. Pada Kamis (19/3), harga anjlok drastis Rp 53.000 menjadi Rp 2.943.000 per gram.
Tekanan berlanjut pada Jumat (20/3) dengan penurunan Rp 50.000 ke level Rp 2.893.000 per gram. Sementara pada Sabtu (21/3), harga emas Antam terpantau stagnan di posisi tersebut.
Di sisi lain, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga tidak mengalami perubahan pada Sabtu (21/3), yakni tetap di level Rp 2.610.000 per gram.
Dalam setiap transaksi, harga jual emas dikenakan potongan pajak sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017.
Untuk penjualan kembali emas dengan nilai di atas Rp 10 juta, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen untuk non-NPWP, yang dipotong langsung dari total nilai buyback.
Sementara itu, pembelian emas batangan juga dikenakan PPh 22 sebesar 0,45 persen bagi pemegang NPWP dan 0,9 persen bagi non-NPWP, disertai bukti potong resmi.
Adapun rincian harga emas batangan Antam per Sabtu (21/3/2026) adalah sebagai berikut:
0,5 gram: Rp 1.496.500
1 gram: Rp 2.893.000
2 gram: Rp 5.726.000
3 gram: Rp 8.564.000
5 gram: Rp 14.240.000
10 gram: Rp 28.425.000
25 gram: Rp 70.937.000
50 gram: Rp 141.795.000
100 gram: Rp 283.512.000
250 gram: Rp 708.515.000
500 gram: Rp 1.416.820.000
1.000 gram: Rp 2.833.600.000
Penurunan tajam ini menjadi perhatian pelaku pasar, terutama bagi investor emas yang selama ini mengandalkan logam mulia sebagai instrumen lindung nilai (safe haven).
Wartawan : Andreas














