Pedagang Ban Baru Keluhkan Penurunan, Konsumen Kini Borong Ban Bekas

0
penurunan
Ilustrasi Roda untuk bengkel. (Foto : Istock)

NARASITODAY, JAKARTA – PenjualanIlustrasi Roda untuk bengkel baru untuk kendaraan roda dua maupun roda empat di kawasan Kampung Melayu, Jakarta Timur, mengalami penurunan. Sejumlah pedagang menduga lesunya daya beli masyarakat menjadi penyebab utama, sehingga konsumen kini lebih memilih ban bekas yang harganya lebih terjangkau.

Sano, salah satu pedagang ban motor, menyebut bahwa tren pembelian ban bekas semakin meningkat karena faktor harga dan ketersediaan.

“Mungkin ya, ini mungkin ya, sekarang orang-orang lebih memilih beli ban bekas, terutama motor, mungkin karena harganya lebih murah, dan mudah didapatkan karena banyak di toko tambal ban,” ujar Sano kepada CNBC Indonesia, Selasa (19/8/2025).

Baca Juga :  Sering Minum Sachet? Kenali 5 Ancaman Kesehatan yang Bisa Muncul!

Meski demikian, Sano mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati dalam memilih ban bekas karena kondisi fisiknya tidak selalu terjamin.

“Ya yang penting lebih berhati-hati saja, namanya bekas kan kondisinya kita tidak tahu, apakah memang masih bagus atau engga,” tambahnya.

Pendapat berbeda disampaikan oleh Parman, pengelola toko Dewa Ban. Ia tidak sepenuhnya yakin bahwa penurunan penjualan ban baru disebabkan oleh peralihan konsumen ke ban bekas.

Baca Juga :  7 Buah Langka Asli Indonesia yang Perlu Dilestarikan, Ada yang Hampir Punah

“Kalau sepi karena banyak yang pindah beli ban bekas, nggak tahu benar apa tidak, intinya sih karena daya beli sedang lesu,” ucap Parman.

Sementara itu, Jono, penjual ban mobil, mengakui adanya pergeseran preferensi konsumen. Menurutnya, ban bekas lebih mudah ditemukan karena banyak dijual di pinggir jalan oleh toko tambal ban.

“Mungkin ya orang-orang beralih ke ban bekas. Apalagi yang jual biasanya dipinggir jalan, jualan utamanya ya tambal ban, tapi sekalian jual ban bekas,” terang Jono.

Baca Juga :  Meski Terpuruk Karena Cedera, Carolina Marin Tetap Fokus pada Impian Emasnya di Olimpiade

Jono juga menekankan pentingnya kehati-hatian dalam membeli ban bekas. Ia menjelaskan bahwa ban bekas memiliki usia pakai yang lebih pendek dan tidak disertai garansi, sehingga risiko kerusakan lebih tinggi dan penggantian harus dilakukan lebih cepat.

“Kondisinya belum tentu sepenuhnya masih baik, bisa saja sudah mengalami kerusakan,” ujarnya.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com