Lawan Jerat Rentenir, Prabowo Gandakan Koperasi Desa Merah Putih demi Selamatkan Petani dan Rakyat Miskin

0
Prabowo
Presiden Prabowo Subianto.Foto : indopolitika.com

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan keresahan mendalam atas nasib petani dan masyarakat miskin yang terjebak dalam lingkaran setan utang berbunga tinggi. Sebagai solusi nyata, Presiden menggagas pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang diproyeksikan menjadi “penyelamat” bagi ekonomi rakyat kecil.

Langkah ini bukan sekadar urusan administrasi perbankan, melainkan sebuah misi kemanusiaan untuk memutus rantai penindasan finansial yang selama ini mencekik kawasan pedesaan.

Jeratan 120 Hari Masa Tanam

Presiden Prabowo menggambarkan realita pahit yang dihadapi petani. Dengan siklus panen yang memakan waktu sekitar 120 hari, para petani seringkali kehabisan napas secara finansial sebelum padi menguning. Dalam rentang waktu tersebut, kebutuhan mendesak seperti biaya kesehatan keluarga kerap memaksa mereka berpaling ke jalur yang salah: rentenir.

Baca Juga :  Ukraina Tawarkan Keahlian Drone, Zelenskyy Minta Imbalan Teknologi dan Pendanaan

“Ada yang lapor ke saya, ‘Pak, sulit Pak kita perbaiki nasibnya petani.’ Kenapa? Karena petani ini kan dia 120 hari baru panen. Dan di dalam 120 hari kadang-kadang istrinya sakit jadi dia perlu pinjam uang,” ujar Prabowo menceritakan keluh kesah yang ia terima dari lapangan.

Ironisnya, saat terjepit, para petani justru dihadapkan pada bunga utang yang tidak masuk akal. “Dia pinjam uang dari siapa? Dari rentenir minta darat. Dan rentenir itu ngeri. Dia tuh 1% sehari. Can you imagine gimana gitu?” imbuhnya dengan nada prihatin.

Prabowo menyoroti adanya ketidakadilan sistemik dalam akses pembiayaan di Indonesia. Ia membandingkan bagaimana pengusaha besar mendapatkan karpet merah dengan bunga rendah, sementara rakyat kecil justru dibebani bunga mikro yang mencekik.

Baca Juga :  “Unjuk Kreasi” Festival Desa Wisata 2025 Dorong Peningkatan Nilai Budaya dan Ekonomi Kreatif

“Maaf ya. Pengusaha besar konglomerat berapa persen? 7%, 8% paling tinggi 9% lah, 10% lah katakanlah 12% lah katakanlah, ya rakyat kecil 20% saya bilang tidak bisa,” tegas Presiden.

Bagi Prabowo, situasi di mana orang miskin harus membayar bunga hingga 24% per tahun bahkan 1% per hari lewat rentenir adalah sebuah bentuk ketidakadilan yang nyata. Ia menyebut ketimpangan tersebut sebagai “penindasan manusia ke manusia.”

Harapan Melalui Kredit Murah

Melalui Koperasi Merah Putih, pemerintah berambisi membalikkan keadaan. Koperasi ini dirancang untuk menyediakan kredit murah yang bahkan lebih rendah daripada bunga yang dinikmati para konglomerat. Targetnya sangat ambisius: memangkas beban bunga bagi rakyat kecil hingga ke angka satu digit.

Baca Juga :  Rusia Blokir WhatsApp karena Tak Patuh UU Lokal, Dorong Pengguna ke Max

“Masa orang miskin dikenakan 1% sehari. Itu satu. Jadi sekarang dengan Koperasi Merah Putih kita akan siapkan kredit murah. Kredit murah,” kata Prabowo. “Nanti Koperasi Merah Putih harus di bawah itu (20%). Kalau perlu 6% setahun.”

Dengan kehadiran Koperasi Desa Merah Putih, pemerintah berharap para petani tidak lagi harus bertaruh nasib dengan rentenir saat masa tanam tiba. Kebijakan ini diharapkan menjadi fondasi baru bagi kemandirian ekonomi desa, di mana modal tidak lagi menjadi barang mewah bagi mereka yang paling membutuhkan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com