Iran Berduka atas Gugurnya Prajurit TNI di Lebanon, Kecam Serangan Brutal

0
AS
Ilustrasi bendera iran diangit biru. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA- Pemerintah Iran melalui Kedutaan Besarnya di Jakarta menyampaikan duka cita mendalam atas gugurnya seorang prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas sebagai Pasukan Penjaga Perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon.

Sebelumnya, pihak UNIFIL melaporkan bahwa seorang personelnya tewas akibat ledakan artileri yang menghantam markas mereka di dekat Desa Adchit al-Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu (29/3). Hingga kini, sumber proyektil tersebut belum dapat dipastikan.

Baca Juga :  Chili Utara Digoyang Gempa Magnitudo 6,9, Atacama Bergetar Tanpa Kepanikan

“Kami telah memulai penyelidikan untuk mengungkap seluruh обстоятель kejadian ini,” demikian pernyataan UNIFIL, seperti dikutip dari Indonesia Defense.

Melalui pernyataan resminya pada Senin (30/3), Kedutaan Besar Iran di Jakarta menyampaikan simpati kepada Indonesia.

Iran menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada pemerintah dan rakyat Indonesia atas kehilangan tragis seorang prajurit penjaga perdamaian yang bertugas di bawah UNIFIL,” tulis pernyataan tersebut.

Baca Juga :  Perseteruan Internal Lembaga Intelijen AS Ancaman Baru bagi Keamanan Nasional

Situasi di Lebanon Selatan sendiri tengah memanas. Serangan udara dan darat yang dilancarkan militer Israel (IDF) meningkat sejak 2 Maret, menyusul serangan dari kelompok Hizbullah.

Kelompok tersebut mengklaim aksinya sebagai bentuk balasan atas terbunuhnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Padahal, Israel dan Hizbullah sebelumnya telah menyepakati gencatan senjata sejak 27 November 2024.

Namun, menurut catatan PBB, kesepakatan itu telah dilanggar lebih dari 10.000 kali dan menyebabkan ratusan warga sipil Lebanon menjadi korban jiwa.

Baca Juga :  Singkong, Sumber Karbohidrat Sederhana dengan Ragam Manfaat untuk Kesehatan Tubuh

Dalam pernyataannya, Kedutaan Besar Iran juga mengecam keras insiden yang menewaskan personel penjaga perdamaian tersebut.

Mereka menilai peristiwa itu sebagai dampak dari agresi yang terus berlanjut.

“Menargetkan pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” tegas Kedutaan Besar Iran.