NARASITODAY.COM, SANTIAGO – Bumi di bagian utara Chili berguncang hebat pada Senin waktu setempat setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,9 melanda kawasan tersebut. Menurut laporan resmi dari Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), pusat gempa terdeteksi berada di bawah hamparan Gurun Atacama, tepatnya sekitar 31 kilometer dari kota Calama dengan kedalaman mencapai 100 kilometer.
Meski getaran yang dihasilkan cukup masif, Layanan Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Nasional Chili bergerak cepat menenangkan publik dengan menyatakan bahwa tidak ada risiko tsunami yang mengancam garis pantai mereka. Otoritas setempat juga mengonfirmasi tidak ada laporan mengenai korban cedera maupun kerusakan infrastruktur yang serius.
Getaran di Gurun dan Barang Swalayan yang Berhamburan
Sentuhan getaran gempa kali ini dilaporkan terasa sangat nyata di beberapa wilayah, meliputi Arica, Tarapaca, Antofagasta, hingga kawasan Atacama. Media lokal dan stasiun televisi TVN sempat menyiarkan rekaman visual yang memperlihatkan kepanikan kecil di sektor ritel, di mana barang-barang dagangan tampak berjatuhan dari rak supermarket dan berserakan di lantai akibat guncangan.
Bagi sebagian besar negara, gempa mendekati Magnitudo 7,0 adalah alarm bencana besar. Namun, Chili adalah pengecualian. Karakteristik geografisnya yang unik membuat negara Amerika Selatan ini menyandang predikat sebagai salah satu wilayah yang paling rawan gempa di dunia. Di bawah tanah Chili, terdapat titik temu dari tiga lempeng tektonik aktif sekaligus, yakni lempeng Nazca, lempeng Amerika Selatan, dan lempeng Antartika.
Karena keakraban yang panjang dengan dinamika bumi ini, masyarakat Chili memiliki tingkat ketahanan psikologis dan standar arsitektur bangunan yang luar biasa. Warga setempat bahkan cenderung memandang gempa bumi dengan magnitudo kurang dari 7,0 sebagai hal yang tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Jejak Sejarah Gempa Raksasa Chili
Sikap tenang warga Chili ini dibentuk oleh sejarah kelam masa lalu. Negeri ini memegang catatan sejarah sebagai tempat terjadinya gempa terkuat yang pernah terekam dalam peradaban manusia.
Kilas balik pada tahun 1960, kota Valdivia yang terletak di bagian selatan hancur total akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan Magnitudo 9,5, yang menewaskan sedikitnya 9.500 orang. Memori kolektif tersebut kembali diuji pada tahun 2010 silam, ketika gempa bumi berkekuatan Magnitudo 8,8 mengguncang lepas pantai Chili tengah. Struktur lindung tsunami yang belum sempurna kala itu memicu gelombang besar dan merenggut lebih dari 520 nyawa.
Melalui gempa Atacama kali ini, Chili kembali membuktikan bahwa kesiapan mitigasi bencana dan ketangguhan mental warganya mampu mengubah potensi bencana besar menjadi sekadar peristiwa harian yang berlalu tanpa korban jiwa.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














