NARASITODAY.COM, BOLOGNA – Sorot lampu sirkuit dalam tiga seri awal MotoGP 2026 ternyata menyimpan sisi gelap bagi sang juara dunia delapan kali, Marc Marquez. Mantan rival bebuyutannya, Andrea Dovizioso, melemparkan pandangan tajam yang bernada cemas. Menurut Dovizioso, performa Marquez saat ini bukan sekadar penurunan ritme biasa, melainkan sinyal bahaya yang lebih serius dari yang terlihat di permukaan.
Dovizioso menekankan bahwa karakter Marquez yang tangguh dan jarang mengeluh membuat setiap keluhannya menjadi pernyataan yang sangat jujur. Baginya, ketika pembalap asal Spanyol itu mulai bicara soal kendala, maka itu adalah kebenaran yang tak terbantahkan.
“Marc bukanlah tipe pembalap yang sering mengeluh dan tidak pernah membuat alasan. Jadi, kebenaran tentang hal yang Marquez rasakan saat ini dan banyaknya masalah yang ia miliki, terutama bagi mereka yang memang tidak mendukung dirinya Marquez, tidak pernah benar-benar dihargai,” ujar Dovizioso sebagaimana dikutip dari Crash.
Meski tahun lalu Marquez masih mampu bersaing di tangga juara, musim 2026 seolah menjadi titik balik yang berat bagi fisiknya. Dovizioso menilai ada sesuatu yang belum pulih seratus persen dari tubuh sang “Baby Alien”, terutama setelah rentetan kecelakaan yang menghantam lengannya.
Insiden di Sirkuit Mandalika, Indonesia, disebut-sebut sebagai salah satu faktor krusial yang memperburuk ambang batas daya tahan lengan Marquez.
“Namun dalam pandangan saya, situasinya saat ini lebih serius dibanding yang terlihat. Tahun lalu, dia bisa memenangkan kejuaraan dunia. Saya tidak bisa mengatakan persisnya, namun yang pasti dia tidak dalam kondisi 100 persen. Dia masih butuh kemajuan dalam hal kondisi fisik. Dan mungkin kecelakaan di Indonesia meningkatkan batasan [kondisi] pada lengannya, sesuatu yang saya percaya tidak ada solusinya,” tutur mantan pembalap Ducati tersebut.
Tamparan Keras di Sirkuit Austin
Bagi para penggemar balap, Austin (Circuit of the Americas) adalah kerajaan milik Marquez. Namun, di musim 2026 ini, sang raja seolah kehilangan tongkat sihirnya di lintasan favoritnya sendiri. Dovizioso melihat kegagalan Marquez untuk mendominasi di Austin sebagai bukti paling otentik bahwa fisiknya memang sedang di ujung tanduk.
“Austin jadi konfirmasi yang pasti [soal kondisi Marquez]. Tempat yang seharusnya ia bisa membuat perbedaan, kali ini ia tidak mampu melakukannya,” ungkap Dovizioso dengan nada skeptis.
Kini, pertanyaan besar menggantung di atas paddock MotoGP: Apakah kita sedang menyaksikan senjakala dari salah satu talenta terbesar di lintasan balap, ataukah Marquez sanggup kembali mematahkan logika medis seperti yang pernah ia lakukan berkali-kali sebelumnya?
Di tengah perdebatan para pengamat dan sorak-sorai penonton, Marc Marquez tetaplah petarung yang mencoba berdamai dengan batas kemampuannya sendiri. Namun bagi Dovizioso, realitas fisik adalah satu-satunya lawan yang mungkin tidak bisa disalip oleh Marquez di tikungan manapun.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














