Usai 5 Jam di Kremlin, Prabowo Terbang Menembus Malam Paris untuk Temui Macron

0
Prabowo
Ilustrasi presiden prabowo turun dari pesawat.Foto : msn.com

NARASITODAY.COM, PARIS – Belum kering tinta kesepakatan di Moskow, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto langsung tancap gas menuju Paris, Prancis. Menutup rangkaian kunjungan kenegaraannya di Rusia dengan pertemuan maraton, Presiden tiba di “Kota Cahaya” pada Senin (13/4/2026) tengah malam waktu setempat untuk memulai babak baru diplomasi di Istana Élysée.

Langkah cepat ini menunjukkan urgensi agenda luar negeri Indonesia dalam memposisikan diri di tengah peta kekuatan global yang dinamis.

Diplomasi Tanpa Jeda

Perjalanan menuju Prancis dilakukan segera setelah Presiden Prabowo menyelesaikan diskusi mendalam dengan Presiden Vladimir Putin. Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, mengungkapkan bahwa agenda di Rusia berlangsung sangat intens sebelum rombongan kepresidenan bertolak ke arah barat.

Baca Juga :  Ricky Pratama Dilaporkan ke Polisi atas Dugaan Penganiayaan Pacar

“Setelah melakukan pertemuan yang berlangsung selama lima jam dengan Presiden Putin di Istana Kremlin, Bapak Presiden langsung bertolak menuju Prancis dengan waktu tempuh sekitar 3,5 jam dan tiba tengah malam di Paris,” ujar Teddy dalam keterangan resminya, Selasa (14/4/2026).

Kegigihan fisik dan diplomasi ini menandai keseriusan Indonesia dalam menjalin relasi dengan kekuatan-kekuatan utama dunia secara berimbang dalam satu rangkaian perjalanan kunker.

Pertemuan Empat Mata di Élysée

Agenda utama di Paris telah menanti. Presiden Prabowo dijadwalkan akan disambut oleh Presiden Prancis, Emmanuel Macron. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai dialog strategis yang akan menentukan arah kemitraan kedua negara di masa depan, mulai dari sektor pertahanan hingga ekonomi hijau.

Baca Juga :  Tunjangan Rp50 Juta DPR RI Tuai Protes, Media Asing Ikut Angkat Bicara

“Besok Bapak Presiden akan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Macron di Istana Élysée untuk membahas peningkatan kerja sama strategis kedua negara,” ungkap Teddy.

Membawa Misi Perdamaian Dunia

Selain isu bilateral, Paris akan menjadi panggung bagi Indonesia untuk menyuarakan pesan perdamaian. Di tengah ketegangan geopolitik yang menyelimuti Eropa dan Timur Tengah, Prabowo membawa misi sebagai jembatan dialog.

Baca Juga :  Musim Hujan 2025 di Indonesia Diprediksi Berlangsung Hingga April 2026

Teddy menegaskan bahwa kunjungan ini membawa beban tanggung jawab yang lebih luas dari sekadar urusan dua negara. Indonesia ingin memastikan suaranya didengar dalam upaya menjaga stabilitas internasional.

“Dalam pertemuan tersebut, Bapak Presiden selain memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Prancis, juga akan menyampaikan posisi Indonesia dalam menjaga stabilitas dan mendorong perdamaian dunia,” pungkas Teddy.

Dengan pertemuan di Istana Élysée ini, Presiden Prabowo melengkapi rangkaian manuver diplomasi tingkat tingginya, menegaskan peran Indonesia sebagai aktor kunci yang aktif menjemput bola dalam percaturan politik internasional.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber