NARASITODAY.COM, JEREZ – Aspal Sirkuit Jerez mulai memanas menyambut seri MotoGP Spanyol pekan ini, namun di dalam garasi Yamaha, suasana justru terasa dingin bagi Alex Rins. Pembalap asal Spanyol itu secara terbuka mengungkapkan kesedihannya setelah mendapatkan kepastian bahwa masa baktinya bersama Yamaha akan berakhir pada penghujung musim 2026.
Kabar pahit ini terungkap lewat sebuah percakapan telepon yang semula dianggap biasa. Rins, yang dikenal memiliki hubungan personal yang erat dengan Bos Yamaha, Massimo Meregalli, memutuskan untuk mencari kejelasan nasibnya di tengah kencangnya rumor bursa transfer pembalap.
“Sebelas hari lalu, saya menelepon Massimo Meregalli, itu hanya telepon biasa. Saya memang punya hubungan bagus dengan dirinya. Ketika saya berbicara padanya, saya bertanya langsung padanya, apakah ada perkembangan terbaru?” ucap Alex Rins seperti dikutip dari Crash.
Telepon yang Mengubah Segalanya
Awalnya, Meregalli tampak enggan membocorkan rencana tim. Namun, kejujuran akhirnya meluncur dari sang bos tim. Yamaha ternyata sudah mengantongi nama baru untuk mengisi kursi panas di musim 2027 mendatang.
“Dia berkata pada saya untuk tidak berkata apapun, namun mereka sudah merekrut pembalap kedua,” tutur Rins mengenang momen pahit tersebut.
Pembalap kedua yang dimaksud diyakini kuat adalah talenta muda asal Jepang, Ai Ogura. Langkah ini menyusul manuver besar Yamaha sebelumnya yang dikabarkan telah mencapai kesepakatan dengan Jorge Martin untuk menggantikan posisi Fabio Quartararo.
Penyesalan yang Tertinggal
Bagi Rins, kabar ini bak petir di siang bolong. Ia tak mampu menutupi kekecewaannya. Keputusannya untuk meninggalkan kenyamanan di tim LCR Honda demi mengejar mimpi bersama tim pabrikan Yamaha ternyata tidak berbuah manis seperti yang ia bayangkan sebelumnya.
“Bagaimana perasaan saya tentang Ogura yang bakal menandatangani kontrak dengan Yamaha? Sejujurnya, hal itu membuat saya merasa dalam kondisi buruk,” ungkap Rins dengan nada getir.
Ia pun mengenang kembali pengorbanannya saat memilih pindah ke Yamaha. “Saya dalam posisi nyaman di LCR. Saya punya opsi datang ke Yamaha, dan saya pikir saya bakal mendapatkan lebih banyak kesempatan, namun hal yang terjadi tidak berjalan seperti itu,” lanjutnya.
Kini, dengan masa depan yang sudah tertutup di Yamaha, Alex Rins harus menjalani sisa musim 2026 dengan beban mental yang berat. Tantangan terdekatnya adalah membuktikan tajinya di kandang sendiri, MotoGP Spanyol, yang sesi latihan bebasnya akan dimulai pada Jumat (24/4/2026). Rins harus mampu mengubah rasa sedih menjadi energi di atas lintasan jika ingin menarik minat tim lain untuk musim balap mendatang.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com














