NARASITODAY.COM, NORTH CAROLINA – kemegahan produksi konten dan aksi filantropi yang menjadi ciri khas MrBeast, sebuah badai hukum kini menerjang “Beast Industries”. Mantan pejabat tinggi perusahaan, Lorrayne Mavromatis, resmi melayangkan gugatan ke pengadilan federal Carolina Utara pada Rabu (22/4/2026), mengungkap budaya kerja yang ia sebut sebagai “klub laki-laki” yang toksik.
Mavromatis, yang bergabung sejak Juli 2022, menuduh perusahaan milik Jimmy Donaldson alias MrBeast tersebut telah melakukan diskriminasi kehamilan dan membiarkan praktik pelecehan seksual terjadi tanpa pengawasan yang memadai.
Mavromatis, yang pernah menjabat sebagai Kepala Kreatif dengan gaji sebesar US$250 ribu per tahun, mengeklaim bahwa kariernya mulai merosot setelah ia berani bersuara. Salah satu poin paling mengejutkan dalam gugatannya adalah dugaan pelecehan yang melibatkan CEO James Warren dalam sebuah pertemuan privat di kediaman sang CEO.
Ia juga menyoroti bagaimana profesionalitasnya direduksi hanya sebatas penampilan fisik. Saat Mavromatis mempertanyakan mengapa MrBeast enggan bekerja sama dengannya dalam proyek tertentu, jawaban yang ia terima sangat menyakitkan.
Warren disebut mengatakan bahwa Mavromatis adalah “wanita cantik” dan “penampilannya memiliki efek seksual tertentu pada Jimmy,” demikian bunyi tuduhan dalam gugatan tersebut sebagaimana dilaporkan The Hollywood Reporter.
Diskriminasi di Balik Cuti Melahirkan
Gugatan ini tidak hanya menyoal pelecehan, tetapi juga pelanggaran Undang-Undang Cuti Keluarga dan Medis. Mavromatis mengeklaim bahwa saat ia mengambil hak cuti hamil, perusahaan tetap memaksanya untuk bekerja, bahkan memintanya melakukan perjalanan dinas ke Brasil.
Puncaknya, ia mengaku dipecat secara sepihak hanya berselang tiga minggu setelah ia kembali bekerja pasca-melahirkan. Mavromatis menilai rentetan penurunan jabatan dan pemecatan tersebut adalah bentuk pembalasan (retaliation) atas keluhan-keluhan yang ia sampaikan mengenai perilaku tidak pantas di lingkungan kerja.
Ia juga menyinggung buku panduan internal perusahaan yang dianggap kontradiktif, di mana terdapat kalimat seperti “tidak bukan berarti tidak” namun di sisi lain menyatakan “jumlah jam kerja Anda tidak relevan.”
Bantahan Keras Pihak MrBeast
Meski gugatan ini menyeret nama besar Jimmy Donaldson, Mavromatis tidak mencantumkan nama asli MrBeast sebagai tergugat langsung dalam klaim pelecehan seksual, melainkan berfokus pada struktur kepemimpinan dan budaya perusahaan.
Menanggapi tuduhan serius ini, pihak perusahaan MrBeast tidak tinggal diam. Mereka mengeluarkan pernyataan tegas yang membantah seluruh narasi Mavromatis dan balik menuding bahwa gugatan tersebut hanyalah upaya mencari panggung.
Pihak manajemen menilai klaim Lorrayne Mavromatis “direkayasa semata-mata untuk memicu pemberitaan” dan bertujuan untuk “mendapatkan keuntungan jutaan dolar.”
Kini, kasus ini menjadi sorotan dunia digital. Publik menanti apakah persidangan ini akan membongkar realitas di balik layar salah satu saluran YouTube terbesar di dunia, atau justru membuktikan bahwa tuduhan tersebut hanyalah klaim tanpa dasar hukum yang kuat.***
Editor : Alysa
Sumber : cnnindonesia.com













