Pemerintah Targetkan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem Capai 0% pada 2026

0
Pemerintah
Ilustrasi Seorang pria duduk di atas rakit beristirahat setelah bekerja membersihkan sampah di salah satu saluran air Jakarta.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Di koridor Istana Merdeka yang tenang, sebuah target besar sedang dipancangkan. Pemerintah Indonesia secara resmi mengumumkan peta jalan agresif untuk menghapus jejak kemiskinan ekstrem di tanah air, dengan ambisi mencapai angka 0% pada akhir tahun 2026.

Langkah ini bukan sekadar deretan angka di atas kertas, melainkan sebuah misi kemanusiaan yang difokuskan pada 88 kabupaten/kota prioritas di seluruh penjuru negeri.

Fokus pada Titik Merah

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar yang akrab disapa Cak Imin menegaskan bahwa kunci keberhasilan misi ini terletak pada akurasi intervensi di daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Baca Juga :  BEM SI Beri Ultimatum 18 Hari kepada Pemerintah Tuntaskan Pelemahan Rupiah, Ancaman Demo Besar jika Tak Terwujud

“Dalam hal ini ada 88 kab/kota yang akan menjadi prioritas pengentasan kemiskinan supaya kabupaten/kota ini segera menjadi konsentrasi kementerian lembaga agar kemiskinan ekstrem 0% 2026 bisa terwujud,” ujar Cak Imin usai pertemuan di Istana Merdeka, Selasa (12/5/2026).

Pemetaan ini berfungsi sebagai “navigasi” bagi kementerian dan lembaga terkait agar bantuan tidak lagi tersebar tanpa arah, melainkan langsung menyentuh kantong-kantong kemiskinan yang paling dalam.

Satu Data, Satu Solusi

Dalam kebijakan ini terlihat dari upaya pemerintah yang kini lebih humanis namun teknokratis. Bukan sekadar membagi paket sembako, pemerintah kini beralih pada sistem Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Baca Juga :  Ulang Tahun ke-7 Vinus Tak Bertiup Lilin, Tapi Tebar Pohon dan Ikan di Bogor Barat

Data tunggal ini diharapkan menjadi jawaban atas keluhan klasik mengenai bantuan yang tidak tepat sasaran. Dengan satu acuan data, ego sektoral antar lembaga ditekan seminimal mungkin. Semangat ini sejalan dengan mandat Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang optimalisasi penghapusan kemiskinan ekstrem.

Tren Penurunan yang Menjanjikan

Statistik menunjukkan tren positif dalam beberapa tahun terakhir. Berdasarkan catatan Kemenko PM, angka kemiskinan nasional terus mengalami penyusutan:

  • Tahun 2024: 8,57%
  • Tahun 2025: 8,25%
  • Target 2026: 7,36%

Khusus untuk kemiskinan ekstrem, pemerintah memasang target yang lebih ketat. Cak Imin merinci bahwa setelah menyentuh angka 0,99% pada periode sebelumnya, tahun ini menjadi babak final dalam perang melawan kemiskinan ekstrem.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Enam Stimulus Ekonomi Baru untuk Kuartal IV-2025

“Dan hari ini kita terus kejar sampai di angka 7,36% tahun 2026. Kemudian, target kemiskinan ektrem 0,99% dan tahun ini maksimal 0,38 atau akhir tahun 0%,” urai Cak Imin dengan nada optimis.

Dengan waktu yang tersisa kurang dari setahun menuju tenggat 2026, koordinasi lintas sektor di 88 daerah prioritas tersebut akan menjadi ujian sesungguhnya bagi efektivitas birokrasi dalam menghadirkan kesejahteraan nyata bagi rakyat di lapisan terbawah.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber