
NARASITODAY.COM, JAKARTA — Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto tengah merampungkan pembahasan paket stimulus ekonomi untuk kuartal IV-2025, yang ditargetkan berlaku hingga akhir tahun. Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, keputusan final mengenai nilai total insentif akan ditetapkan dalam rapat hari ini, Senin (15/9/2025).
“Kita akan rapatkan Senin dan total nilainya akan kita fix kan. Ini sampai akhir tahun, semua kita dorong sampai akhir tahun,” tegas Airlangga seusai rapat koordinasi terbatas.
Stimulus ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo untuk menjaga momentum ekonomi nasional, terutama dalam meningkatkan produktivitas masyarakat. Enam program utama yang dirancang mencakup berbagai sektor dan kelompok masyarakat:
- Dukungan untuk Mahasiswa Magang dan Fresh Graduate Pemerintah akan membuka jalur masuk ke dunia kerja bagi lulusan baru agar mereka segera memperoleh pendapatan.
- Perluasan Insentif Pajak Penghasilan (PPh 21 DTP) Insentif yang sebelumnya hanya berlaku untuk sektor padat karya seperti tekstil dan furnitur, kini diperluas ke sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka).
- Perpanjangan Bantuan Pangan Program bantuan beras 10 kilogram yang telah berjalan pada Juni–Juli 2025 akan dilanjutkan selama tiga bulan ke depan.
- Perlindungan Sosial bagi Pekerja Lepas dan Gig Workers Pemerintah akan memberikan jaminan kecelakaan kerja, kehilangan pekerjaan, dan kematian kepada pekerja freelance dan mitra seperti pengemudi ojek online.
- Fasilitas Perumahan melalui BPJS Ketenagakerjaan Stimulus ini mencakup pembiayaan untuk kepemilikan dan renovasi rumah bagi pekerja.
- Program Padat Karya Tunai (Cash for Work) Ditujukan bagi pekerja di sektor perhubungan dan perumahan, program ini bertujuan menciptakan lapangan kerja langsung.
Airlangga menyebut bahwa anggaran untuk keenam program tersebut telah disiapkan, namun belum diungkapkan secara rinci.
“Jadi kita akan membahas terlebih dahulu terkait dengan paket ekonomi yang diminta oleh Bapak Presiden untuk segera disiapkan,” katanya.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menambahkan bahwa pendanaan stimulus akan berasal dari realokasi anggaran yang selama ini belum terserap optimal.
“Post anggarannya kan bisa digeser-geser ya. Kita lihat yang mana yang… kan kita bisa prediksi mana yang enggak terserap. Sampai akhir tahun, itu akan kita geser ke tempat yang lebih siap,” ujar Purbaya.
Langkah ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat dan mempercepat pemulihan ekonomi menjelang tutup tahun.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com













