
NARASITODAY.COM, DRAMAGA,- Jembatan Rawayan di Desa Petir, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, selama ini hanya bisa dilintasi dengan perasaan waswas.
Setiap kali warga melangkah atau kendaraan melintas, jembatan itu bergoyang, seakan mengingatkan bahwa usianya sudah tak lagi muda.
Bagi warga Kampung Magrib dan Kampung Malimping, jembatan sepanjang sekitar 10 meter dengan lebar 2 meter dan tinggi 7 meter itu bukan sekadar infrastruktur biasa.
Ia adalah urat nadi aktivitas harian mulai dari akses bekerja hingga mobilitas hasil pertanian. Namun, kondisi yang kian rapuh membuat keberadaannya lebih sering menimbulkan kekhawatiran daripada rasa aman.
Harapan baru muncul dari momen yang tak direncanakan. Saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, datang ke Desa Petir untuk melayat ke rumah duka salah satu warga, Abah Bidong, suara warga akhirnya tersampaikan.
Ami, salah seorang warga, memberanikan diri mengungkapkan langsung kondisi jembatan tersebut.
Keluhan itu tak berakhir sebagai sekadar cerita. Gubernur merespons cepat dan menjanjikan bantuan anggaran sebesar Rp200 juta untuk membangun ulang jembatan tersebut.
Kepala Desa Petir, Sukardi, mengatakan bantuan tersebut tidak hanya difokuskan pada pembangunan jembatan baru, tetapi juga mencakup perbaikan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar lokasi agar struktur lebih kokoh dan aman.
“Alhamdulillah, keluhan warga langsung mendapat perhatian. Ini bukan hanya soal jembatan, tapi soal keselamatan masyarakat,” ujar Sukardi, kemarin.
Ia mengaku, kunjungan gubernur yang awalnya bernuansa duka justru membawa kabar baik bagi warganya. Menurutnya, respons cepat dari pemerintah provinsi menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat masih didengar.
Langkah awal pun mulai terlihat. Tim dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah turun langsung ke lokasi untuk melakukan survei teknis.
Pemerintah desa kini tengah menyiapkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta dokumen pendukung lainnya sebagai syarat percepatan pembangunan.
Bagi warga, yang terpenting bukan sekadar janji, melainkan realisasi yang segera terasa. Mereka berharap, jembatan yang selama ini dilalui dengan rasa cemas itu, kelak bisa menjadi akses yang aman dan layak.
“Harapan kami sederhana, jembatan ini bisa segera dibangun agar aktivitas warga kembali nyaman dan tidak lagi dihantui rasa takut,” kata Sukardi.
Wartawan : Andreas













