NARASITODAY.COM,WASHINGTON – Senja yang semula tenang di jantung ibu kota Amerika Serikat mendadak pecah oleh rentetan suara letusan senjata api. Di luar pagar pembatas pusat kekuasaan tertinggi AS, kepanikan menjalar cepat saat para agen rahasia berteriak memerintahkan semua orang untuk tiarap, mengubah kawasan wisata sejarah tersebut menjadi zona hijau yang mencekam dalam hitungan detik.
Kompleks Gedung Putih terpaksa menerapkan status penguncian darurat (lockdown) menyusul insiden penembakan yang terjadi pada Sabtu (24/5/2026) waktu setempat. Penembakan di dekat pusat pemerintahan AS tersebut memicu pengerahan skala besar dari aparat keamanan federal.
Berdasarkan laporan dari CNN International yang mengutip seorang pejabat penegak hukum AS, dua orang dilaporkan tertembak dalam insiden yang turut melibatkan agen Secret Service tersebut. Peristiwa menegangkan ini terjadi di persimpangan Pennsylvania Avenue dan 17th Street Northwest, yang hanya berjarak beberapa langkah dari kompleks utama Gedung Putih.
Pejabat tersebut menambahkan bahwa petugas dari divisi berseragam Secret Service langsung bergerak cepat setelah menerima laporan mengenai adanya seseorang yang melepaskan tembakan di lokasi.
Di area liputan media Gedung Putih, situasi sempat diwarnai kepanikan. Para jurnalis yang tengah berada di area North Lawn langsung dievakuasi dengan tergesa-gesa oleh petugas keamanan menuju ruang konferensi pers.
Ketika rentetan tembakan yang diduga berjumlah puluhan kali itu terdengar, para wartawan di dalam kompleks diperintahkan untuk segera mencari perlindungan. Suasana semakin tegang saat agen Secret Service berteriak “menunduk” dan memperingatkan adanya “tembakan dilepaskan”.
Sejumlah agen Secret Service dengan senjata laras panjang langsung menyisir area North Lawn guna memastikan keamanan. Selama operasi sterilisasi tersebut berlangsung, akses keluar-masuk menuju ruang konferensi pers Gedung Putih ditutup total.
Melalui akun media sosial resminya, Secret Service mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam atas laporan penembakan di sudut 17th Street dan Pennsylvania Avenue Northwest tersebut. Hingga saat ini, pihak otoritas masih belum merilis kronologi lengkap maupun identitas dari kedua korban yang tertembak.
Status lockdown di kompleks kepresidenan tersebut akhirnya resmi dicabut pada pukul 18.45 waktu setempat. Saat insiden penembakan terjadi, Presiden AS Donald Trump dilaporkan sedang berada di dalam kediamannya di Gedung Putih.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Gedung Putih, Kepolisian Metropolitan Washington DC, serta Dinas Pemadam Kebakaran dan Layanan Medis Darurat DC masih belum memberikan keterangan tambahan mengenai motif pelaku maupun kondisi terkini para korban.
Bantuan pengamanan juga datang dari biro investigasi federal. Direktur FBI Kash Patel memastikan bahwa personelnya sudah diterjunkan ke lokasi untuk membantu penanganan situasi.
“FBI berada di lokasi dan mendukung Secret Service dalam merespons penembakan di dekat area Gedung Putih – kami akan memberikan pembaruan kepada publik jika memungkinkan,” tulis Patel melalui unggahannya di platform X.
Peristiwa mencekam ini menjadi insiden keamanan serius kedua yang mengguncang ring satu AS dalam waktu kurang dari satu bulan. Sebelumnya, kawasan Gedung Putih juga sempat diguncang penembakan saat perhelatan makan malam tahunan White House Correspondents’ Dinner.
Pada insiden terdahulu tersebut, seorang pria bernama Cole Tomas Allen nekat menerobos pos pemeriksaan keamanan luar sambil membawa senapan hingga terlibat baku tembak sengit dengan agen Secret Service yang mengejarnya.
Allen, yang terekam kamera pengawas berlari menenteng senjata melewati checkpoint, kini telah menyatakan tidak bersalah atas dakwaan percobaan pembunuhan terhadap Trump serta sejumlah pasal kriminal lainnya.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














