Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mengumumkan Penyebaran Kasus Ebola yang Meningkat Signifikan

0
Ebola
Ilustrasi wabah virus Ebola.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,GENEWABayang-bayang mengerikan virus Ebola kembali mencengkeram benua Afrika dengan kecepatan penyebaran yang mencemaskan. Ruang-ruang isolasi kini dipenuhi pasien bergejala berat seiring melonjaknya laporan kasus secara drastis.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merilis data mutakhir yang menunjukkan bahwa Kongo kini berada di episentrum krisis setelah mendeteksi lebih dari 900 kasus dugaan Ebola, di mana 101 di antaranya telah terkonfirmasi positif.

Melihat laju penularan yang tak terkendali, Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, langsung menetapkan status situasi ini sebagai darurat kesehatan masyarakat.

“Sangat khawatir terhadap skala dan kecepatan penyebaran wabah,” tegas Tedros dalam pernyataan resminya pada Minggu (24/5/2026), seperti dikutip dari Reuters.

Menyusul situasi kritis tersebut, WHO secara resmi telah menaikkan status tingkat risiko wabah di Republik Demokratik (RD) Kongo menjadi “sangat tinggi”. Berdasarkan laporan terakhir, selain angka dugaan kasus yang mendekati seribu, tercatat sudah ada 177 kasus dugaan kematian yang menghantui wilayah tersebut.

Efek Domino Melintasi Batas Negara

Baca Juga :  Polisi Periksa Saksi dan Kumpulkan Bukti dalam Kasus Penusukan di Cibinong

Efek domino dari ledakan kasus di Kongo kini mulai merembet ke negara tetangga, Uganda, yang telah mengonfirmasi lima kasus positif dari para pelancong lintas batas. Pola penularannya pun kian mengkhawatirkan karena melibatkan mobilitas tinggi.

Kasus-kasus terbaru di Uganda dilaporkan menjangkiti seorang sopir lokal, seorang tenaga kesehatan yang tertular saat merawat pasien pertama, hingga seorang perempuan asal Kongo yang sempat transit di rumah sakit Kota Kampala menggunakan penerbangan sewa (charter).

Melihat ancaman yang nyata ini, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika (Africa CDC) langsung meniup peluit peringatan bagi kawasan sekitarnya.

Direktur Jenderal Africa CDC, Jean Kaseya, memaparkan bahwa setidaknya ada 10 negara di Afrika yang kini masuk dalam zona merah atau berisiko tinggi tertular akibat memburuknya situasi di RD Kongo dan Uganda. Demi membendung bencana kemanusiaan yang lebih luas, Africa CDC bersama WHO kini tengah bergerak cepat menggalang dana darurat global dengan target menembus angka US$ 314 juta.

Baca Juga :  Lidah Mertua, 5 Manfaatnya untuk Kesehatan dan Lingkungan yang Patut Diketahui

Sebagai respons awal, Pemerintah Amerika Serikat telah menjanjikan kucuran bantuan kemanusiaan sebesar US$ 23 juta untuk menyokong penanganan krisis di RD Kongo dan Uganda.

Dokter AS Kritis, Pengetatan Perbatasan Dimulai

Ganasnya wabah ini juga mulai memakan korban dari kalangan relawan medis internasional. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) mengonfirmasi bahwa seorang dokter asal Amerika Serikat, Peter Stafford, yang tengah bertugas di RD Kongo, dinyatakan positif tertular Ebola. Stafford kini telah dievakuasi secara khusus ke Jerman untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kelompok misionaris Kristen tempat Stafford bernaung melaporkan pada Kamis pekan lalu bahwa kondisi sang dokter saat ini “kritis tetapi belum mengalami penurunan akut.” Sementara itu, istri Stafford yang juga berprofesi sebagai dokter beserta keempat anak mereka kini sedang diisolasi ketat di Jerman sebagai tindakan preventif meski belum menunjukkan gejala. Selain Stafford, enam warga negara AS lainnya juga dilaporkan telah terpapar virus mematikan ini.

Guna mencegah penyebaran virus masuk ke wilayahnya, CDC Amerika Serikat langsung mengambil langkah ekstrem. Washington secara sepihak menerapkan larangan masuk sementara bagi warga asing (bukan pemilik paspor AS) yang memiliki riwayat perjalanan ke RD Kongo, Uganda, atau Sudan Selatan dalam tempo tiga minggu terakhir.

Baca Juga :  Peran Ayah yang Hilang? 5 Dampak Fatherless yang Dapat Mengganggu Perkembangan Emosional Anak

Data Statistik Wabah Ebola di Afrika (Mei 2026)

Indikator Penanganan Jumlah / Keterangan
Dugaan Kasus Ebola di RD Kongo Lebih dari 900 kasus
Kasus Terkonfirmasi Positif 101 kasus
Dugaan Angka Kematian 177 orang
Kasus Terkonfirmasi di Uganda 5 kasus
Negara Berisiko Terdampak 10 negara Afrika
Total Dana Darurat yang Dibutuhkan Lebih dari US$ 314 juta
Komitmen Bantuan Awal Amerika Serikat US$ 23 juta
Status Hukum Terkini dari WHO Darurat Kesehatan Masyarakat

Daftar Negara Afrika dalam Zona Risiko Penularan

Berdasarkan pemetaan dari Africa CDC, berikut adalah 10 negara yang rentan terkena perluasan wabah akibat kedekatan geografis dan jalur mobilisasi:

  1. Angola
  2. Burundi
  3. Republik Afrika Tengah
  4. Republik Kongo
  5. Ethiopia
  6. Kenya
  7. Rwanda
  8. Sudan Selatan
  9. Tanzania
  10. Zambia.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber