Drone Ukraina Hantam Stasiun Pompa Minyak Vladimir, Pasokan Bahan Bakar Moskow Terancam

0
Citeureup
Ilustrasi pemadam kebakaran. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, KIEVLangit di wilayah Vladimir, Rusia, mendadak membara setelah sebuah serangan udara presisi berhasil menerobos sistem pertahanan. Dinas Keamanan Ukraina (SBU) mengonfirmasi bahwa armada pesawat tanpa awak (drone) mereka sukses menghantam stasiun pengiriman pemompaan minyak strategis di wilayah tersebut pada Minggu (24/5/2026).

Fasilitas yang terbakar ini bukan sekadar instalasi pipa biasa, melainkan urat nadi logistik energi yang memompa produk minyak langsung menuju Moskow dan daerah-daerah penyangganya.

Dampak dari hantaman ini diyakini bakal mengganggu ritme mobilitas di ibu kota Rusia. Pasalnya, stasiun pompa yang menjadi target tersebut memegang peranan krusial dalam rantai pasok avtur dan bahan bakar kendaraan di pusat kekuasaan Kremlin.

Baca Juga :  Maskapai Lufthansa Umumkan Pemangkasan Penerbangan Akibat Lonjakan Harga Bahan Bakar Jet

“Pembangkit ini memasok bahan bakar ke depot minyak utama di sekitar Moskow dan ke bandara Sheremetyevo, Domodedovo, dan Vnukovo,” bunyi pernyataan resmi SBU melalui kanal media sosial mereka, seperti dilansir dari Reuters, Senin (25/5/2026).

SBU juga menambahkan bahwa hantaman pesawat nirawak tersebut langsung memicu kobaran api yang hebat di area kilang. “Kebakaran di area seluas 800 meter persegi (8.600 kaki persegi) tercatat setelah pemogokan.”

Baca Juga :  Krisis Energi dan Manajemen Buruk Hambat Respons Darurat di Korea Utara

Respons Rusia dan Sensor Informasi

Di kubu seberang, otoritas lokal Rusia bergerak cepat menjinakkan si jago merah sekaligus meredam kepanikan publik. Gubernur Wilayah Vladimir, Alexander Avdeyev, memastikan bahwa situasi di lapangan saat ini sudah berhasil dikendalikan oleh tim pemadam kebakaran setempat.

Melalui unggahan di akun media sosial pribadinya yang dikutip oleh kantor berita Rusia, Interfax, Avdeyev menyatakan bahwa “kebakaran di dekat kota Kameshkovo telah dipadamkan.”

Baca Juga :  Agrinas Borong 105 Ribu Pikap India, Demi Singkong Tak Lagi “Nganggur” di Kebun

Kendati demikian, senada dengan pola komunikasi Kremlin dalam menghadapi serangan jarak jauh Ukraina, Avdeyev bersikap sangat hati-hati dalam merinci insiden tersebut. Unggahan resminya hanya menyebutkan secara normatif bahwa kebakaran melanda sebuah “lokasi infrastruktur”, tanpa memberikan indikasi atau pengakuan sedikit pun bahwa fasilitas yang hancur itu terkait erat dengan industri minyak nasional Rusia.***

Editor : Alysa

Sumber : Berbagai Sumber