
NARASITODAY.COM, BOGOR – Ratusan warga Desa Kalong 1, Kecamatan Leuwisadeng, Kabupaten Bogor, menyambut iring-iringan pejabat Pemerintah Kabupaten Bogor menuju puncak Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 di Desa Malasari, Kecamatan Nanggung, dengan cara sederhana namun penuh makna.
Sebagai desa penghasil pisang, warga bersama pemerintah desa memajang pohon pisang lengkap dengan tandan dan buahnya di sepanjang Jalan Raya Leuwisadeng, tepatnya di Pertigaan Panjaungan.
Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi masyarakat maupun rombongan pejabat yang melintas menuju lokasi puncak perayaan HJB ke-544.
Kepala Desa Kalong 1, Yeyen S. Yenih Permana, mengatakan bahwa pisang merupakan identitas sekaligus hasil pertanian unggulan masyarakat desanya.
“Ini bentuk sambutan sederhana dari warga. Pisang menjadi ciri khas Desa Kalong 1 sekaligus hasil pertanian masyarakat kami,” kata Yeyen, Selasa (2/6/2026).
Rumah Kepala Desa Yeyen yang berada di sisi kiri jalan raya bahkan disulap menjadi galeri pisang dadakan.
Berbagai jenis pisang seperti kepok, tanduk hingga raja berjajar di teras rumah sebagai simbol khas Kalong 1 dalam menyambut tamu dan rombongan pejabat daerah.
Sejak siang hari, warga terlihat memadati tepi jalan untuk melihat langsung rombongan pejabat yang melintas menuju Desa Malasari.
Bagi masyarakat wilayah perbatasan, momentum tersebut bukan sekadar seremoni tahunan. Kehadiran para pejabat yang melintas dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap wilayah mereka.
Sekitar pukul 16.48 WIB, rombongan Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, melintas di Jalan Raya Leuwisadeng. Sastra bahkan sempat turun dari kendaraannya untuk menyapa warga yang telah berjam-jam menunggu di pinggir jalan.
Suasana hangat pun terlihat ketika warga antusias menyambut dan berinteraksi langsung dengan Ketua DPRD Kabupaten Bogor tersebut.
Sebagai informasi, bahwa para pejabat Kabupaten Bogor akan bermalam di wilayah Desa Malasari tersebut.
Wartawan : Andreas













