NARASITODAY.COM, LA PRYOR – Industri peternakan Amerika Serikat kini berada dalam status waspada tinggi. Horor biologi yang selama puluhan tahun berhasil diusir dari tanah paman sam, kini dilaporkan kembali menembus pertahanan perbatasan.
Otoritas federal dan pemerintah negara bagian Texas langsung bergerak cepat melakukan karantina setelah kasus pertama New World screwworm (cacing lalat pemakan daging) terkonfirmasi menyerang seekor anak sapi di La Pryor, Texas.
Seketika itu juga, lanskap tenang di La Pryor berubah menjadi zona operasi darurat. Papan peringatan elektronik berwarna oranye menyala di setiap jalan utama, memaksa truk-truk pengangkut hewan ternak menepi di pos pemeriksaan yang dijaga ketat oleh kepolisian dan personel negara bagian. Setiap jengkal kulit ternak diperiksa demi mendeteksi tanda-tanda infestasi parasit yang mengerikan ini.
Menteri Pertanian Amerika Serikat, Brooke Rollins, langsung turun tangan memantau situasi dan memastikan bahwa pelacakan intensif di sekitar episentrum penemuan masih belum menunjukkan adanya kasus baru.
“Jika kita semua bekerja sama dan mengikuti pedoman pengobatan serta pembatasan pergerakan ini, tidak ada alasan untuk percaya bahwa kejadian ini akan menyebabkan hama tersebut menetap di sisi perbatasan kita,” kata Rollins kepada wartawan, Kamis (4/6/2026).
Rollins juga telah meyakinkan anggota parlemen AS bahwa Departemen Pertanian AS (USDA) mampu mengendalikan situasi ini. Penemuan ini menjadi catatan kelam karena merupakan kasus pertama yang kembali muncul di Texas sejak tahun 1966 silam.
Meski Rollins menjamin hal ini tidak mengancam keamanan pangan, pelaku pasar telanjur cemas wabah ini akan memperparah kondisi populasi sapi AS yang saat ini sudah terpuruk di level terendah dalam 75 tahun terakhir.
Parasit Ganas dari Dunia Nyata
New World screwworm bukanlah ancaman biasa. Lalat parasit betina ini mengincar luka terbuka atau membran mukosa hewan berdarah panas untuk menaruh telur-telurnya. Begitu menetas, ratusan larva berwujud cacing dengan mulut tajam akan mulai menggali ke dalam dan memakan jaringan hidup inangnya dari dalam. Tanpa penanganan medis yang cepat, hewan yang terinfeksi dipastikan akan mati secara tragis.
Ngeri yang dibawa oleh hama ini diakui secara gamblang oleh politisi lokal yang membidangi sektor agraria.
“New World screwworm terdengar seperti sesuatu yang berasal dari film horor, tetapi ini nyata,” ujar Nate Sheets, calon Komisaris Pertanian Texas dari Partai Republik. “Ini adalah keadaan darurat bagi sektor pertanian,” katanya.
Ancaman ini sejatinya sudah diantisipasi oleh peternak AS dalam setahun terakhir seiring pergerakan lalat pembawa parasit yang terus bermigrasi ke utara melewati Meksiko. Ironisnya, fasilitas produksi lalat steril mutakhir yang dibangun USDA sejak April lalu baru bisa beroperasi penuh pada akhir 2027. Sebagai langkah darurat pencegahan, USDA pun langsung mengunci pergerakan seluruh hewan dalam radius 20 kilometer dari lokasi temuan di La Pryor.
Guncangan Pasar dan Nasib Raksasa Daging
Kabar masuknya parasit pemakan daging ini sempat membuat lantai bursa komoditas bergolak. Kontrak berjangka sapi bakalan (feeder cattle futures) di Chicago Mercantile Exchange sempat merosot tajam akibat kekhawatiran anjloknya minat konsumsi daging, sebelum akhirnya berbalik naik hingga lebih dari 3%. Para pengamat memperkirakan, kelalaian dalam penanganan wabah ini bisa membakar ekonomi peternakan Texas hingga merugi sebesar US$ 1,8 miliar.
“Kita perlu melihat seberapa cepat penyebarannya dan bagaimana reaksi konsumen,” kata Matt Wiegand, pialang komoditas dari FuturesOne. “Sampai kita melihat dampak besar terhadap permintaan dari sisi konsumen, pasokan sapi masih tergolong ketat,” tambahnya.
Sebelum parasit ini menyerang, pasokan sapi di AS memang sudah compang-camping akibat bencana kekeringan panjang yang mengerek biaya pakan. Kondisi ini memaksa para raksasa pengolahan daging dunia seperti JBS, Cargill, dan Tyson Foods harus memutar otak demi mendapatkan pasokan ternak yang cukup untuk menghidupkan pabrik mereka.
Merespons karantina ketat ini, lembaga Meat Institute yang menaungi korporasi pengolahan daging mendesak agar USDA tetap mengizinkan pengiriman ternak berkategori risiko rendah ke rumah potong hewan demi menjaga napas industri.
Perbatasan Ditutup, Strategi Perang Biologi Dimulai
Menghadapi krisis ini, USDA mengambil langkah ekstrem dengan memperpanjang masa penutupan total impor ternak dari Meksiko yang telah berlangsung selama setahun terakhir.
Rollins menegaskan bahwa seluruh pintu masuk ternak dari Meksiko akan tetap ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Namun, beberapa ilmuwan menilai penutupan pintu perbatasan ini sudah agak terlambat karena sang lalat terbukti telah berhasil menyusup ke wilayah domestik. Profesor riset bidang ilmu biologi di University of Notre Dame, Lee Haines, memperingatkan tantangan terbesar justru berada di alam liar.
“Began terbesar akan ditanggung para petani yang harus memantau hewan-hewan yang tersebar di padang penggembalaan terbuka yang sangat luas, yang sering kali tidak teramati selama berhari-hari,” ujarnya.
Untuk memenangkan perang melawan hama ini, otoritas AS kini menghidupkan kembali strategi sains yang pernah sukses memusnahkan screwworm pada era 1960-an, yakni melepaskan jutaan lalat jantan mandul (steril) ke alam liar, baik melalui jalur darat maupun bom udara. Ketika lalat steril ini kawin dengan betina liar, telur yang dihasilkan tidak akan pernah menetas, sehingga memutus rantai generasi parasit secara perlahan.
Wakil Menteri USDA, Dudley Hoskins, mengatakan pemerintah tengah mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia untuk menekan penyebaran hama tersebut. “Kami benar-benar membanjiri wilayah terdampak dengan berbagai langkah pengendalian,” kata Hoskins.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id













