NARASITODAY.COM, JAKARTA – Pemerintah Mesir melihat peluang terwujudnya perjanjian perdagangan bebas atau Free Trade Agreement (FTA) dengan Indonesia semakin terbuka. Kedua negara saat ini mempercepat pembahasan melalui jalur kerja sama D-8 dengan harapan dapat menghasilkan kesepakatan konkret dalam waktu dekat.
Optimisme tersebut disampaikan Duta Besar Republik Arab Mesir untuk Indonesia, Yasser Hassan Farag Elshemy, di tengah semakin eratnya hubungan bilateral yang dalam beberapa tahun terakhir berkembang tidak hanya di sektor perdagangan, tetapi juga investasi, pendidikan, hingga pertahanan.
Menurut Elshemy, pembahasan mengenai perdagangan bebas antara Indonesia dan Mesir sebenarnya telah berlangsung cukup lama dan kini memasuki tahap yang semakin menjanjikan.
“Indonesia dan Mesir telah mengerjakan hal ini sejak lama. Jakarta menjadi tuan rumah konsultasi perdagangan bilateral pada 2024, dan saat ini kami bekerja melalui jalur paralel dalam Free Trade Agreement D-8, di mana Indonesia dan Mesir sama-sama menjadi anggota,” ujar Elshemy saat perayaan Hari Nasional Republik Arab Mesir ke-74 di Jakarta Selatan, Rabu (24/6/2026).
Ia meyakini proses yang sedang berjalan akan menghasilkan kemajuan signifikan bagi kedua negara.
“Saya percaya kami dapat mencapai kesepakatan yang sangat konkret dalam waktu dekat,” lanjutnya.
Bagi Mesir, Indonesia bukan hanya mitra dagang penting, tetapi juga negara strategis di kawasan Asia Tenggara. Dengan posisi sebagai ekonomi terbesar di ASEAN, Indonesia dinilai memiliki peran penting dalam memperluas kerja sama Mesir dengan negara-negara di kawasan.
Kemitraan Strategis Jadi Fondasi Kerja Sama
Elshemy menjelaskan, penguatan hubungan ekonomi menjadi salah satu prioritas dalam kemitraan strategis Indonesia-Mesir yang disepakati saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Mesir pada April 2025.
Kesepakatan tersebut mengangkat hubungan kedua negara ke tingkat Strategic Partnership, yang mencakup berbagai sektor mulai dari perdagangan dan investasi hingga pendidikan, pertukaran budaya, hubungan antarmasyarakat, serta kerja sama pertahanan.
“Kami menantikan peningkatan hubungan Indonesia dan Mesir yang lebih kuat lagi dalam waktu dekat,” kata dia.
Menurut Elshemy, pemerintah Mesir juga berharap Indonesia dapat mendukung upaya negaranya untuk meningkatkan status hubungan dengan ASEAN menjadi Sectoral Dialogue Partner, sebuah langkah yang dinilai penting dalam memperluas kerja sama ekonomi dan diplomasi di kawasan Asia Tenggara.
Minyak Sawit Tetap Jadi Andalan
Di sektor perdagangan, minyak sawit masih menjadi komoditas utama yang menghubungkan kedua negara. Nilai perdagangan minyak sawit Indonesia ke Mesir saat ini mencapai sekitar US$1,2 miliar per tahun atau setara Rp21,48 triliun.
Mesir juga terus mencermati perkembangan kebijakan ekspor satu pintu yang dijalankan melalui Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI), yang menjadi bagian dari upaya pemerintah Indonesia dalam memperbaiki tata kelola perdagangan komoditas strategis.
“Kami memahami pemerintah Indonesia memperkenalkan kebijakan ini sebagai bagian dari upaya meningkatkan transparansi, memperbaiki tata kelola ekspor sumber daya alam strategis, menyederhanakan sistem penagihan, dan memperkuat penerimaan negara,” ujar Yasser.
Mesir, lanjutnya, menghormati setiap kebijakan ekonomi nasional yang diterapkan Indonesia. Yang terpenting bagi negaranya adalah menjaga kelancaran arus perdagangan sehingga pasokan minyak sawit dan komoditas lainnya tetap stabil.
Menurut Elshemy, tujuan utama dari setiap kebijakan ekonomi tentu harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan perekonomian nasional.
Pendidikan Jadi Jembatan Hubungan Antarbangsa
Selain perdagangan, hubungan Indonesia dan Mesir juga diperkuat melalui kerja sama pendidikan yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Saat ini terdapat sekitar 20.000 mahasiswa Indonesia yang menempuh pendidikan di Mesir, menjadikan negara tersebut salah satu tujuan studi luar negeri favorit bagi pelajar Indonesia.
Tidak hanya di bidang studi keislaman, Universitas Al-Azhar kini membuka peluang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di bidang kedokteran, teknik, farmasi, hingga kedokteran gigi.
“Kami bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Pendidikan Tinggi Indonesia agar para lulusan dapat memperoleh izin dan menjalankan profesinya dengan lebih mudah ketika kembali ke Indonesia,” jelasnya.
Elshemy optimistis kombinasi kerja sama ekonomi, pendidikan, dan diplomasi akan membawa hubungan kedua negara ke level yang lebih tinggi.
Dengan momentum kemitraan strategis yang telah terbangun serta percepatan pembahasan FTA melalui jalur D-8, Indonesia dan Mesir dinilai semakin dekat memasuki babak baru kerja sama yang lebih luas, tidak hanya dalam perdagangan, tetapi juga dalam penguatan hubungan antarmasyarakat dan pembangunan ekonomi jangka panjang.***
Editor : Alysa
Sumber : cnbcindonesia.com














