Dua Gempa Besar Guncang Venezuela, Ribuan Warga Dievakuasi dan Korban Diperkirakan Sangat Besar

0
Venezuela
Tim penyelamat bekerja di antara reruntuhan bangunan pascagempa di Caracas, Venezuela. Foto : abc13.com

NARASITODAY.COM, CARACASVenezuela dilanda bencana besar setelah dua gempa bumi kuat mengguncang wilayah barat ibu kota Caracas pada Rabu (24/6/2026) sore waktu setempat. Guncangan beruntun tersebut menyebabkan bangunan runtuh, warga terjebak di bawah puing, serta kerusakan luas di berbagai daerah. Para ilmuwan memperingatkan bahwa jumlah korban jiwa berpotensi mencapai skala sangat besar.

Berdasarkan data Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi sekitar 160 kilometer di barat Caracas. Tak berselang lama, gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah yang sama, memperparah kerusakan yang sudah terjadi.

USGS menyampaikan peringatan awal bahwa dampak bencana ini sangat serius dan berpotensi meluas.

“Korban jiwa yang tinggi dan kerusakan yang luas sangat mungkin terjadi dan bencana ini kemungkinan bersifat meluas,” kata USGS, dikutip dari Reuters.

Lembaga tersebut bahkan memperkirakan jumlah korban tewas dalam skenario terburuk dapat berada pada rentang 10.000 hingga 100.000 orang, meski angka tersebut masih merupakan estimasi awal.

Status Darurat Nasional Ditetapkan

Menanggapi kondisi tersebut, Presiden Sementara Venezuela Delcy Rodriguez menyatakan pemerintah akan menetapkan status keadaan darurat nasional dan mengajukan permintaan bantuan internasional untuk mendukung penanganan serta pemulihan pascabencana.

“Kami menyampaikan belasungkawa kepada mereka yang sayangnya telah kehilangan anggota keluarga,” ujar Rodriguez dalam pidato nasionalnya.

Baca Juga :  Hampir Seluruh Wilayah Indonesia Diprediksi Diguyur Hujan Hari Ini, BMKG Imbau Warga Waspada

Hingga kini, pemerintah belum merilis data resmi mengenai jumlah korban jiwa maupun korban luka secara nasional, sementara operasi penyelamatan masih berlangsung di berbagai wilayah terdampak.

Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello sebelumnya menggambarkan skala kerusakan yang terjadi di lapangan.

“Kami memiliki gedung, rumah, dan hunian yang runtuh dan kami menangani situasi ini dengan seluruh sumber daya keamanan dan bantuan sipil yang kami miliki,” kata Cabello dalam siaran televisi pemerintah.

Rekaman dari lokasi kejadian memperlihatkan tim penyelamat bekerja di antara puing bangunan yang runtuh saat malam mulai turun, sementara keluarga korban mencari kerabat mereka yang masih hilang.

Evakuasi Massal dan Upaya Penyelamatan

Di wilayah Chacao, Caracas, Wali Kota Gustavo Duque mengatakan sejumlah bangunan mengalami keruntuhan dan puluhan warga berhasil diselamatkan dari reruntuhan.

Ia menyebut sedikitnya 18 orang telah dievakuasi dalam kondisi hidup dari satu bangunan yang ambruk.

“Kami akan melakukan segala yang kami bisa untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang,” ujarnya.

Duque juga meminta warga untuk menjauhi bangunan dan mencari tempat aman di ruang terbuka karena potensi gempa susulan masih tinggi.

Di negara bagian pesisir Falcon, Gubernur Victor Clark melaporkan sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka, sementara 15 orang dewasa masih dinyatakan hilang dan dalam pencarian tim penyelamat.

Baca Juga :  Hadapi Cuaca Ekstrim, Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sastra Winara Minta Warga Waspada dan Siaga

Kepanikan di Tengah Hari Libur Nasional

Gempa terjadi saat Venezuela sedang memperingati hari libur nasional, ketika banyak warga berada di rumah.

Suasana panik langsung terjadi di berbagai penjuru Caracas. Warga berhamburan keluar rumah dan gedung saat guncangan pertama terasa, diikuti gempa kedua yang lebih kuat.

“Begitu gempa dimulai, kami mulai mendengar orang-orang berteriak,” kata Astrid Ramirez, pekerja periklanan berusia 41 tahun di Caracas barat.

“Semua orang berlari menuruni tangga.”

Sejumlah warga menggambarkan pengalaman tersebut sebagai salah satu yang paling menakutkan dalam hidup mereka.

“Ada suara benturan yang sangat keras. Barang-barang jatuh di rumah, termasuk wadah-wadah di dalam lemari es. Saya belum pernah mengalami hal seperti ini,” kata Coro Martinez, 56 tahun.

Sementara itu, Maria Romero, seorang pensiunan berusia 80 tahun, mengatakan dirinya harus dievakuasi oleh polisi dari rumahnya.

Gempa ini mengerikan, bahkan lebih buruk dibandingkan yang terjadi pada tahun 1967,” ujarnya.

Beberapa warga juga mengaku menerima peringatan dini melalui ponsel beberapa detik sebelum guncangan kuat terjadi, meski waktu yang tersisa terlalu singkat untuk menyelamatkan diri sepenuhnya.

Kerusakan infrastruktur mulai terlihat di berbagai sektor. Bandara utama Venezuela di Maiquetia, dekat Caracas, ditutup sementara akibat kerusakan pascagempa.

Baca Juga :  Dari Pangan ke Sanitasi, Kebutuhan Warga Aceh Bergeser Pasca Bencana yang Masif

Pemerintah juga menangguhkan kegiatan belajar mengajar hingga akhir pekan, sembari melakukan pendataan tingkat kerusakan di seluruh wilayah.

Di sektor kesehatan, rumah sakit di Caracas meningkatkan status siaga dengan menambah jumlah tenaga medis untuk menghadapi lonjakan pasien korban gempa.

Sementara itu, sejumlah perusahaan energi mulai memeriksa fasilitas mereka, meskipun sejauh ini infrastruktur minyak utama dilaporkan tidak mengalami kerusakan signifikan.

Otoritas di Maracaibo juga melaporkan tidak ada korban luka di kawasan industri minyak Danau Maracaibo.

Peringatan Tsunami Sempat Dikeluarkan

Tak lama setelah gempa, otoritas Amerika Serikat sempat mengeluarkan peringatan tsunami untuk sejumlah wilayah Karibia, termasuk Puerto Rico, Kepulauan Virgin AS, dan Kepulauan Virgin Inggris.

Peringatan juga mencakup potensi gelombang berbahaya di Aruba, Curacao, dan Bonaire. Namun, sekitar satu jam kemudian, status peringatan tersebut dicabut.

Venezuela sendiri berada di kawasan rawan gempa karena terletak di pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan.

USGS mencatat bahwa pada tahun 1812, gempa besar pernah menewaskan sekitar 30.000 orang di Merida dan Caracas, menjadikannya salah satu bencana paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.

Dengan kondisi yang masih terus berkembang, operasi penyelamatan dan pendataan korban diperkirakan akan berlangsung intensif dalam beberapa hari ke depan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com