FIFA Tangguhkan Hukuman Larangan Bermain Balogun, Kontroversi Menggelitik Dunia Sepak Bola

0
FIFA
Ilustrasi Piala. Foto : FIFA

NARASITODAY.COM, SEATTLE – Keputusan FIFA menangguhkan pelaksanaan hukuman larangan bermain bagi penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, kembali menyulut polemik di tengah suasana Piala Dunia yang penuh dinamika.

Keputusan ini diambil setelah adanya tekanan dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang secara langsung meminta FIFA untuk meninjau kembali kasus kartu merah Balogun yang terjadi saat laga melawan Bosnia dan Herzegovina.

Balogun, yang mencetak gol ketiganya di turnamen ini, mendapatkan kartu merah setelah menginjak pergelangan kaki pemain lawan, Tarik Muharemovic, di babak kedua. Keputusan wasit yang didasarkan pada Video Assistant Referee (VAR) memicu protes keras dari pelatih tim Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, yang menyebut pelanggaran tersebut tidak layak mendapatkan kartu merah.

Baca Juga :  Gianni Infantino Yakin Iran Akan Tampil di Piala Dunia 2026 Meski Konflik Timur Tengah

Namun, setelah percakapan telepon antara Trump dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, FIFA memutuskan untuk menangguhkan hukuman larangan bermain Balogun selama satu tahun.

Dalam pernyataannya, FIFA menyebutkan, “Sesuai Pasal 27 Kode Disiplin FIFA, pelaksanaan hukuman larangan bermain tersebut ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun.”

Keputusan ini langsung menuai reaksi dari berbagai pihak. Trump menyambut positif langkah FIFA tersebut, menulis di platform Truth Social, “Terima kasih kepada FIFA karena telah melakukan hal yang benar dan memperbaiki ketidakadilan yang besar.”

Sementara itu, Federasi Sepak Bola Amerika Serikat (US Soccer) menyatakan dukungan terhadap keputusan tersebut. Rekan setim Balogun, Christian Pulisic, mengaku baru mengetahui kabar tersebut saat dalam perjalanan menuju latihan. “Kami awalnya tidak percaya dan bertanya-tanya, ‘Benarkah? Apakah ini nyata?’ Ternyata, ini kabar yang sangat baik,” katanya.

Baca Juga :  Garuda Muda Siap Bangkit dan Maksimalkan Kesempatan di Piala Dunia U-17 2025

Pelatih Pochettino juga menyambut baik keputusan FIFA. Dalam konferensi pers di Seattle, ia menyatakan, “Saya rasa 99,9% orang di dunia sepak bola menganggap hukuman ini tidak adil. Ada preseden sebelumnya yang memperbolehkan penangguhan hukuman dan saya tidak mengerti mengapa banyak orang terkejut.”

Namun, Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) menyatakan keberatan keras terhadap keputusan FIFA ini. Mereka menilai bahwa ketentuan Pasal 66 ayat 4 Kode Disiplin FIFA secara jelas menyatakan bahwa kartu merah otomatis mengakibatkan larangan bermain pada pertandingan berikutnya. Organisasi tersebut menyatakan, “Keputusan FIFA bertentangan dengan regulasi turnamen dan ketentuan yang berlaku.”

Baca Juga :  Portugal Singkirkan Kroasia 2-1, Ronaldo Ukir Sejarah di Fase Gugur Piala Dunia

RBFA juga menambahkan, “FIFA mendasarkan keputusannya pada Pasal 27, tetapi ketentuan tersebut seharusnya tidak berlaku dalam kasus ini karena ada aturan lain yang mengatur larangan otomatis.”

Meski menuai kritik, FIFA pernah menggunakan kewenangannya sebelumnya. Pada Piala Dunia 2018, kapten Portugal Cristiano Ronaldo tetap dapat tampil setelah FIFA menangguhkan dua pertandingan larangan bermain dari hukuman tiga laga akibat kartu merah pada laga kualifikasi.

Kasus Balogun ini menjadi salah satu diskusi hangat di tengah turnamen, memicu perdebatan tentang keadilan, prosedur disipliner, dan hubungan kekuasaan antara badan sepak bola dunia dan kekuatan politik internasional. Ke depan, polemik ini akan terus menjadi perbincangan di dunia sepak bola global.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id