BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Masih Berpotensi Hujan di Tengah Musim Kemarau yang Meluas

0
musim kemarau
Ilustrasi awan mendung.Foto : Istock

NARASITODAY.COM, JAKARTA – Langit siang hari mungkin terasa terik menembus kulit, menandakan sebagian besar wilayah Indonesia kini mulai dicengkeram musim kemarau. Namun, jangan terburu-buru menyimpan payung atau jas hujan Anda.

Di balik hawa panas yang meluas, alam menyimpan anomali unik: tetesan air hujan dengan intensitas ringan hingga lebat masih berpotensi membasahi bumi nusantara hari ini, Selasa (7/7/2026).

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa fenomena kemarau basah ini terjadi akibat geliat dinamis atmosfer di skala regional maupun lokal. Langit Indonesia rupanya masih menjadi medan pertemuan awan-awan hujan yang aktif.

“Dengan adanya kombinasi berbagai faktor tersebut, hujan masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah Indonesia dalam beberapa hari mendatang, meskipun sebagian wilayah secara umum telah memasuki periode musim kemarau,” tulis BMKG dalam keterangan resminya.

Baca Juga :  TNI AD dan Pemkab Bogor Sinergikan Program Pengelolaan Sampah dan Infrastruktur Strategis di Tengah Ancaman Kekeringan

Dansa Gelombang Atmosfer di Langit Nusantara

Mengapa hujan masih enggan beranjak sepenuhnya? BMKG memaparkan adanya “dansa” dua gelombang atmosfer besar dalam sepekan ke depan. Ada Gelombang Kelvin yang bergerak lincah ke arah timur, serta Gelombang Rossby Ekuatorial yang merayap ke arah barat. Pertemuan keduanya menjadi pemicu suburnya pertumbuhan awan konvektif pembawa hujan.

Tak hanya itu, radar BMKG juga menangkap adanya sirkulasi siklonik yang berputar di Samudra Hindia sebelah barat Sumatra Barat dan di Samudra Pasifik utara Papua.

“Peluang hujan di tengah meluasnya musim kemarau juga dipengaruhi oleh adanya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Sumatra Barat dan di Samudra Pasifik utara Papua,” ungkap BMKG.

Baca Juga :  BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat di Wilayah Selatan Indonesia Meski Cuaca Cerah Mendominasi

“Selain itu, kondisi atmosfer lokal di sejumlah wilayah menunjukkan labilitas yang cukup mendukung proses konveksi,” lanjut lembaga itu.

Meski demikian, BMKG mencatat pada dasarian I Juli ini, curah hujan di mayoritas daerah sebenarnya sudah masuk kategori rendah, yakni di bawah 50 mm per dasarian. Hal ini menjadi bukti otentik bahwa cengkeraman musim kemarau memang sedang meluas di tanah air, meski sesekali diselingi guyuran air dari langit.

Peta Wilayah: Siaga Hujan dan Angin Kencang

Bagi Anda yang beraktivitas di luar ruangan hari ini, berikut adalah peta sebaran wilayah yang diprediksi akan diguyur hujan serta diterpa angin kencang:

Baca Juga :  Memanfaatkan Air Hujan, Tim PPK ORMAWA HIMASKA Membangun Sistem Pemanenan Air Hujan di Desa Kalong Liud

Wilayah Berpotensi Hujan (Selasa, 7/7):

  • Sumatra: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Kepulauan Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung.
  • Jawa:
  • Kalimantan: Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara.
  • Sulawesi: Sulawesi Selatan.

Selain hujan, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap potensi angin kencang yang dapat berembus tiba-tiba di beberapa titik berikut:

  • Banten, Jawa Barat, Jawa Timur.
  • Kepulauan Bangka Belitung, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Sulawesi Selatan, Sulawesi Utara.
  • Maluku, Maluku Utara.
  • Papua, Papua Barat.

Tetap jaga kesehatan di tengah cuaca yang fluktuatif ini, dan pastikan Anda berkendara dengan aman saat jalanan mulai basah oleh hujan kemarau.***

Editor : Alysa

Sumber : cnnindonesia.com