NARASITODAY.COM, LOS ANGELES – Perbedaan usia sering kali menjadi batu sandungan bagi banyak pasangan, namun tidak bagi supermodel legendaris asal Jerman, Heidi Klum. Wanita berusia 53 tahun itu akhirnya blak-blakan menanggapi sorotan publik terkait rumah tangganya dengan Tom Kaulitz, sang suami yang berusia 17 tahun lebih muda darinya.
Bagi Heidi, angka di atas kertas sama sekali bukan penghalang. Sejak mengikat janji suci di Italia pada tahun 2019 silam, kehidupan rumah tangganya dengan gitaris band Tokio Hotel tersebut justru jauh dari gosip miring dan tampak semakin hangat dari hari ke hari.
Dalam wawancara eksklusif bersama Us Weekly, Heidi mengungkapkan sebuah fakta menarik. Alih-alih merisaukan jarak usia yang membentang jauh, kekuatan hubungan mereka justru berakar pada satu hal fundamental: kesamaan tanah kelahiran dan latar belakang budaya.
“Meskipun kami memiliki perbedaan usia, ada pemahaman yang berbeda ketika bersama seseorang yang berasal dari Jerman dan memiliki akar yang sama,” ujar Heidi, sebagaimana dilansir dari Female First.
Menemukan Rumah di Akar yang Sama
Sentuhan romansa yang mendalam terlihat dari bagaimana Heidi membandingkan pernikahannya saat ini dengan petualangan asmara masa lalunya. Sebelum melabuhkan hati pada Tom, Heidi diketahui memiliki rekam jejak hubungan lintas negara.
Ia pernah membina rumah tangga dengan penata rambut asal Australia, Ric Pipino, serta penyanyi kenamaan asal Inggris, Seal. Tak hanya itu, supermodel ini juga sempat menjalin kasih dengan kurator seni asal Amerika Serikat, Vito Schnabel, dan pengusaha Formula 1 asal Italia, Flavio Briatore.
Namun, setelah melanglang buana, Heidi justru menemukan kenyamanan sejati pada sosok pria yang tumbuh besar dengan tradisi dan bahasa yang sama dengannya. Ada kode-kode budaya yang tidak perlu lagi diterjemahkan, dan ada nilai-nilai masa kecil yang langsung terkoneksi tanpa penjelasan panjang.
“Rasanya berbeda dibandingkan dengan hubungan saya sebelumnya dengan orang-orang dari Amerika, Inggris, atau Australia. Saya bisa menjelaskan dan menunjukkan sesuatu kepada mereka, tetapi mereka tidak tumbuh dengan cara yang sama sejak awal. Karena itu, kami cocok dalam hal tersebut dan memiliki banyak nilai yang sama,” lanjut Heidi jujur.
Kisah cinta Heidi dan Tom seolah menjadi bukti nyata bagi publik bahwa dalam hubungan asmara, kesamaan frekuensi budaya dan cara pandang hidup sering kali jauh lebih berkuasa daripada sekadar hitung-hitungan usia.***
Editor : Alysa
Sumber : wolipop














