Insiden Mengerikan Terjadi di Penerbangan Ryanair, Penumpang Hampir Tersedot dari Jendela Pesawat

0
insiden
Ilustrasi Pemandangan dari kabin pesawat Ryanair di Bandara Brandenburg.Foto : Istock

NARASITODAY.COM,THESSALONIKISebuah insiden mengerikan menimpa penerbangan maskapai Ryanair rute Thessaloniki (Yunani) menuju Memmingen (Jerman) pada Jumat (10/7/2026) pagi waktu setempat. Sebuah jendela kabin terlepas di tengah penerbangan, menyebabkan dekompresi ekstrem dan membuat seorang penumpang pria hampir tersedot keluar dari pesawat.

Data pelacakan menunjukkan pesawat baru mengudara sekitar 10 menit ketika petaka itu terjadi. Pesawat tiba-tiba menukik tajam, turun dari ketinggian 9.000 kaki, memicu kepanikan luar biasa di dalam kabin setelah terdengar suara menyerupai ledakan.

Ketakutan terbesar di udara berubah menjadi kenyataan bagi seorang warga negara Serbia berusia 61 tahun. Ketika jendela di dekatnya pecah, tubuhnya seketika tersedot ke tekanan udara luar yang ganas. Beruntung, sabuk pengaman dan aksi heroik sang istri berhasil menyelamatkan nyawanya dari maut.

“Istrinya memegang kakinya selama sekitar lima menit untuk mencegahnya tersedot keluar,” ungkap Michalis Giannakos, seorang pejabat rumah sakit Yunani, dikutip dari BBC International, Sabtu (11/7/2026).

Para penumpang lain mengisahkan momen menegangkan tersebut kepada media lokal. Pria paruh baya itu sempat tergantung terbalik di luar jendela hingga sebatas bahunya, sebelum para penumpang lain dengan sigap membantu menariknya kembali ke dalam kabin yang kacau.

Baca Juga :  Kenangan Keluarga Budiman, Korban Tewas dalam Kecelakaan di Gerbang Tol Ciawi 2

Beberapa saksi mata menduga jendela tersebut pecah akibat hantaman pecahan mesin jet. Namun, pihak Ryanair belum memberikan komentar resmi terkait dugaan patahan mesin tersebut.

Kesaksian Mencekam di Dalam Kabin

Suasana di dalam kabin jet berusia 18 tahun yang dioperasikan oleh anak perusahaan Ryanair, Malta Air, itu digambarkan bak mimpi buruk. Bau menyengat dan kabut dekompresi langsung memenuhi ruangan saat masker oksigen berjatuhan.

“Kami langsung menyadari telah terjadi dekompresi. Terdengar teriakan. Sejenak saya pikir seseorang secara tidak sengaja membuka pintu darurat,” kata Christina, salah satu penumpang, kepada Radio Thessaloniki.

“Masker oksigen berjatuhan dan tercium bau yang menyengat. Kepala dan bahu seorang penumpang berada di luar jendela. Untungnya, dia tidak melepas sabuk pengamannya,” ia menerangkan.

Penumpang lain bernama Sofia juga membagikan kepasrahan yang dirasakan seluruh penumpang saat pesawat berguncang hebat dan menukik turun.

“Kami tidak tahu apakah kami akan selamat. Kami duduk di bagian belakang pesawat, dan kami menyadari telah terjadi semacam ledakan,” tutur Sofia.

Baca Juga :  Penerbangan Ulang ke Tokyo Setelah Pesawat United Airlines Alami Kegagalan Mesin dan Kebakaran di Landasan

“Kami pikir pesawat akan jatuh. Dekompresinya sangat ekstrem. Rasanya seperti kami tidak bisa bernapas. Pria yang terluka itu mengalami pendarahan dan kemudian beberapa kali kehilangan kesadaran, kemungkinan besar karena kekurangan oksigen dan syok,” tambahnya.

Evakuasi dan Investigasi Lanjutan

Setelah pilot berhasil melakukan pendaratan darurat kembali di Thessaloniki, prosedur tanggap darurat langsung diaktifkan. Maskapai bujet asal Irlandia tersebut mengonfirmasi bahwa pesawat mendarat dengan normal dan seluruh penumpang diarahkan kembali ke terminal.

Pihak Ryanair segera menyiapkan pesawat pengganti untuk menerbangkan penumpang ke Jerman beberapa jam kemudian. Sementara itu, korban pria yang terluka langsung dilarikan ke fasilitas medis terdekat.

Michalis Giannakos, yang juga menjabat sebagai Presiden Federasi Karyawan Rumah Sakit Umum Panhellenik, mengonfirmasi kondisi terkini korban. Pria Serbia tersebut menderita luka bakar akibat gesekan angin dan material pesawat.

“Dia mengalami syok, tetapi tetap sadar,” tambah Giannakos.

Saat ini, Fraport Greece selaku operator bandara Thessaloniki menyatakan bahwa insiden ini sedang diselidiki secara mendalam oleh Otoritas Investigasi Keselamatan Udara dan Kereta Api Yunani. Otoritas Penerbangan Irlandia (IAA) juga menyatakan kesiapannya untuk memberikan bantuan penuh dalam investigasi ini.

Baca Juga :  Pembatasan Akses Medsos Anak Dinilai Belum Tentu Efektif, Pengamat Beri Catatan

Pentingnya Sabuk Pengaman

Insiden ini menjadi pengingat fatal tentang pentingnya keselamatan di dalam pesawat. Chris Brady, seorang pensiunan pilot maskapai penerbangan, menegaskan kepada BBC bahwa dampaknya bisa jauh lebih fatal jika korban tidak mengenakan sabuk pengaman.

“Kami, seperti yang selalu dikatakan kapten kepada penumpang, mohon tetap kencangkan sabuk pengaman Anda sebagai tindakan pencegahan selama penerbangan, bahkan ketika kami mematikan tanda sabuk pengaman. Dan itu untuk hal seperti ini atau untuk menghadapi turbulensi atau apa pun. Jadi, sebaiknya tetap mengenakan sabuk pengaman,” jelas Brady.

Tragedi serupa pernah mencoreng sejarah penerbangan pada 2018 silam. Kala itu, seorang penumpang maskapai Southwest Airlines di Amerika Serikat tewas mengenaskan setelah puing mesin yang rusak memecahkan jendela pesawat, membuat sebagian tubuhnya tersedot keluar ke angkasa bebas.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com