Siswi di Malaysia Terluka Parah Diduga Ditikam Teman Sekolah, Polisi Amankan Pelaku

0
Sekolah
Ilustrasi garis polisi. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, BANTINGRuang kelas yang seharusnya menjadi tempat aman untuk menuntut ilmu mendadak berubah menjadi panggung teror yang mencekam. Sebuah insiden berdarah mengguncang salah satu sekolah menengah di Banting, negara bagian Selangor, Malaysia, Senin (6/7/2026).

Seorang siswi berusia 15 tahun dilarikan ke rumah sakit dengan luka serius akibat ditikam berkali-kali oleh sesama pelajar. Korban dilaporkan mengalami cedera parah pada paru-paru kirinya, sementara pelaku kini telah diringkus oleh aparat kepolisian.

Kepanikan hebat sempat terekam dalam sejumlah potongan video yang beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, tampak seorang remaja perempuan berpakaian hitam berjalan dingin di area sekolah sembari menggenggam sebilah pisau. Di sudut lain, video memperlihatkan para siswa yang berhamburan lari menyelamatkan diri di tengah histeria massal.

Baca Juga :  Liburan Anti Mainstream, 5 Ecotourism Malaysia yang Menyatu dengan Alam

Departemen Pendidikan Selangor (JPN Selangor) langsung bergerak cepat merespons tragedi ini lewat pernyataan resmi. Prioritas utama kini dialihkan pada keselamatan jiwa korban dan pemulihan trauma psikologis di lingkungan sekolah.

“JPN Selangor memberikan kerja sama penuh kepada pihak berwenang untuk memfasilitasi penyelidikan yang sedang berlangsung,” demikian pernyataan lembaga tersebut, dilansir The Straits Times, Rabu (8/7/2026).

“Fokus utama saat ini adalah memastikan siswa yang terluka mendapatkan perawatan terbaik dan bantuan diberikan kepada keluarganya,” lanjut pernyataan itu.

Untuk meredam dampak trauma pasca-kejadian, JPN Selangor juga telah mengerahkan tim konselor serta guru bimbingan dan konseling guna memberikan dukungan psikososial kepada para siswa, guru, dan staf sekolah yang terguncang. Pihak berwenang pun mewanti-wanti masyarakat agar menahan diri dari berspekulasi atau menyebarkan hoaks demi menjaga kelancaran penyelidikan.

Baca Juga :  Dari Gunung Kidul untuk Nusantara, Fuad Fach Rudy Bawa Pesan Penting Lewat Musik

Pelaku Sempat Ditenangkan Guru Sebelum Diciduk

Kepala Kepolisian Distrik Kuala Langat, Mohd Akmalrizal Radzi, membenarkan kejadian tersebut dan mengonfirmasi bahwa kondisi korban saat ini telah stabil, sementara pelaku sudah berada di dalam sel tahanan. Berdasarkan informasi awal, pelaku yang juga berumur 15 tahun itu diketahui sudah beberapa bulan absen dari sekolah karena harus menjalani perawatan medis.

Aksi nekat pelaku berhasil dihentikan setelah sejumlah guru dengan berani mencoba menenangkan remaja tersebut sebelum polisi tiba. Begitu petugas sampai di lokasi, pelaku langsung dibekuk tanpa perlawanan berarti, lengkap dengan penyitaan sebilah pisau yang berlumuran darah sebagai barang bukti utama. Hingga kini, motif di balik penyerangan brutal ini masih misteri.

Di tengah simpang siur isu di media sosial yang menyebut pelaku adalah mantan siswa yang sengaja datang untuk membalas dendam karena dikeluarkan, ayah korban, Muhammad Firuz Ibrahim (43), mencoba meluruskan informasi tersebut.

Baca Juga :  Geger! 303 Siswa dan 12 Guru Diculik dalam Serangan Kelompok Bersenjata di Nigeria

“Sepengetahuan saya, siswa tersebut tidak dikeluarkan dari sekolah, tetapi sedang menjalani tindakan disipliner,” kata Firuz yang bekerja sehari-hari sebagai kurir pengiriman.

Firuz membeberkan bahwa putrinya memang mengenal pelaku karena mereka pernah duduk di bangku kelas yang sama pada tahun lalu. Ia meyakini, buah hatinya bukanlah target utama yang diincar oleh pelaku sejak awal.

Bagi Firuz, putrinya hanyalah korban dari situasi yang nahas. Ia menilai putrinya kemungkinan besar hanya berada di tempat dan waktu yang tidak tepat saat amarah pelaku meledak, hingga akhirnya menjadi sasaran empuk penikaman yang nyaris merenggut nyawa tersebut.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com