Inflasi Korea Selatan Sentuh Level Tertinggi dalam 2,5 Tahun, Suku Bunga BOK Diprediksi Naik Juli Ini

0
Korea Selatan
Ilustrasi Bendera Korea Selatan. Foto : Istock

NARASITODAY.COM, SEOUL – Inflasi konsumen di Korea Selatan kembali meningkat pada Juni 2026 dan mencapai level tertinggi dalam dua setengah tahun terakhir. Kenaikan tersebut memperkuat ekspektasi pasar bahwa Bank of Korea akan mulai menaikkan suku bunga acuan dalam pertemuan kebijakan moneter yang dijadwalkan berlangsung pada 16 Juli mendatang.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Data dan Statistik Korea Selatan pada Kamis (2/7/2026), Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI) tumbuh 3,2 persen secara tahunan (year on year). Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi Mei yang tercatat sebesar 3,1 persen dan menjadi laju kenaikan tertinggi sejak Desember 2023.

Baca Juga :  Remaja 14 Tahun di Parung Rudapaksa Janda Tua Berusia 50 Tahun

Capaian tersebut juga sejalan dengan perkiraan median para ekonom dalam jajak pendapat Reuters, yang sebelumnya memproyeksikan inflasi berada di level 3,2 persen.

Secara bulanan, inflasi naik 0,1 persen dibandingkan Mei, sesuai dengan ekspektasi pasar. Meski kenaikannya relatif tipis, tekanan harga dinilai masih cukup kuat dan mencerminkan tantangan yang dihadapi perekonomian Korea Selatan di tengah ketidakpastian global.

Lonjakan harga minyak dunia menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kenaikan inflasi. Ketegangan geopolitik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah membuat harga energi tetap tinggi dan berdampak pada biaya produksi maupun distribusi.

Baca Juga :  Indonesia Kirim Dua Wakil ke Final Korea Open 2025, Jonatan dan Fajar/Fikri Siap Bertarung

Selain itu, pelemahan nilai tukar won terhadap mata uang utama turut memperbesar beban impor. Kondisi tersebut menyebabkan harga bahan baku dari luar negeri menjadi lebih mahal dan akhirnya meningkatkan tekanan harga di tingkat konsumen.

Perkembangan inflasi ini menjadi perhatian Bank of Korea menjelang rapat kebijakan moneter pertengahan Juli. Pada pertemuan sebelumnya, 28 Mei 2026, bank sentral memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di level 2,50 persen.

Keputusan tersebut didukung oleh lima dari tujuh anggota Dewan Kebijakan Moneter. Sementara itu, dua anggota lainnya mengusulkan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin sebagai langkah untuk meredam tekanan inflasi yang terus meningkat.

Baca Juga :  Jerome Powell Tegaskan Mandat The Fed Fokus pada Inflasi dan Lapangan Kerja

Seiring inflasi yang masih bertahan di atas target, pandangan pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter pun semakin menguat. Dalam survei Reuters yang dilakukan pada Mei lalu, sekitar dua pertiga ekonom memperkirakan Bank of Korea akan menaikkan suku bunga setidaknya satu kali sebelum akhir September 2026.

Dengan inflasi yang terus menunjukkan tren meningkat, keputusan Bank of Korea pada pertengahan Juli diperkirakan akan menjadi salah satu penentu arah kebijakan ekonomi Korea Selatan di tengah tantangan perlambatan global dan gejolak harga energi.***

Editor : Alysa

Sumber : kontan.co.id