NARASITODAY.COM, MADRID – Suasana panas usai laga final masih menyisakan polemik panjang. Pelatih Tim Nasional Spanyol, Luis de la Fuente, mengaku terkejut sekaligus menyayangkan tindakan para pemain Argentina pascalaga yang berujung pada kericuhan fisik di lapangan.
Bentrokan tersebut kini tidak hanya menjadi bahan perbincangan publik, tetapi juga resmi memicu investigasi mendalam dari Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) yang bergerak cepat mengusut insiden memanas ini.
Kilas Balik Insiden dan Langkah Tegas FIFA
Kericuhan bermula tepat saat peluit akhir pertandingan dibunyikan. Gelandang Argentina, Leandro Paredes, terlibat konfrontasi sengit dengan sejumlah pemain Spanyol, termasuk bek Eric Garcia dan gelandang Gavi. Ketegangan dengan cepat membesar hingga melibatkan pemain dari kedua belah pihak di atas lapangan hijau.
Suasana yang nyaris tak terkendali memaksa ofisial dan pelatih Argentina, Lionel Scaloni, turun tangan secara fisik untuk memisahkan para pemain yang berseteru. Merespons insiden tersebut, FIFA langsung menunjuk seorang jaksa disiplin dan etika guna menyelidiki akar permasalahan serta menentukan sanksi yang adil bagi pihak-pihak yang terlibat.
Respons Keras dan Apresiasi untuk Skuad Matador
Menanggapi kejadian tersebut, Luis de la Fuente meluapkan kekecewaannya secara terbuka melalui stasiun televisi publik Spanyol, TVE, pada Kamis (23/7/2026), sebagaimana dilansir dari Reuters.
“Saya merasa hal itu tidak dapat ditoleransi dan tidak dapat diterima dari para pemain sekaliber itu, yang telah saya puji beberapa hari sebelumnya dan yang memiliki pelatih yang luar biasa,” kata De la Fuente.
Kendati kecewa dengan atmosfer akhir laga, pelatih yang sukses membawa Spanyol menjuarai Piala Eropa 2024 ini memberikan apresiasi tinggi kepada anak asuhnya. Ia menilai para penggawa La Furia Roja mampu meredam emosi dan menunjukkan kedewasaan luar biasa di tengah tekanan.
“Saya ingin menyoroti perilaku kami dalam menghadapi agresi dan provokasi semacam itu. Para pemain kami selalu menjaga ketenangan dan berperilaku seperti profesional sejati,” tambah De la Fuente.
Sementara itu, pihak Asosiasi Sepak Bola Argentina melalui asisten pelatih Roberto Ayala telah menyampaikan permohonan maaf pada hari Rabu atas keterlibatan mereka dalam kericuhan pascalaga tersebut. Hingga kini, Reuters masih berupaya meminta tanggapan lanjutan dari pihak Argentina terkait pernyataan keras yang dilontarkan De la Fuente.
Di tengah riuhnya investigasi FIFA ini, De la Fuente juga mengalihkan pandangannya ke depan. Ia menegaskan bahwa kesempatan melatih tim nasional Spanyol di ajang Piala Dunia 2030 yang nantinya akan diselenggarakan bersama oleh negara tersebut akan menjadi puncak pencapaian serta “sumber kebanggaan terbesar bagi setiap pelatih.”.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














