NARASITODAY.COM, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terus memperkuat upaya deteksi dini HIV sebagai langkah untuk menekan penyebaran virus sekaligus memastikan masyarakat yang terinfeksi segera mendapatkan pengobatan. Perluasan layanan pemeriksaan HIV dilakukan melalui berbagai fasilitas kesehatan agar masyarakat lebih mudah mengetahui status kesehatannya sejak awal.
Pemerintah menilai pemeriksaan HIV menjadi salah satu kunci dalam pengendalian penyakit tersebut. Dengan mengetahui status HIV lebih cepat, seseorang dapat segera menjalani pengobatan antiretroviral (ARV), menjaga kondisi kesehatan, serta mengurangi risiko penularan kepada pasangan maupun keluarga.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Andi Saguni menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu takut melakukan tes HIV. Menurutnya, pemeriksaan dini justru menjadi langkah penting untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
“Mengetahui status HIV sejak dini merupakan langkah penting untuk melindungi diri sendiri, pasangan, dan keluarga. HIV dapat dikendalikan dengan pengobatan yang diminum secara teratur, sehingga orang dengan HIV dapat hidup sehat, produktif, dan tetap berkontribusi bagi masyarakat,” kata Andi dalam keterangannya, Minggu (26/7).
Andi mengajak masyarakat yang memiliki faktor risiko atau mendapat rekomendasi dari tenaga kesehatan untuk segera melakukan pemeriksaan HIV. Ia menjelaskan, HIV saat ini tidak lagi dipandang sebagai penyakit yang tidak dapat dikendalikan, karena terapi ARV mampu membantu pasien menjalani kehidupan secara normal apabila dikonsumsi secara rutin.
Menurutnya, keberhasilan program penanggulangan HIV tidak hanya dilihat dari penurunan jumlah kasus baru, tetapi juga dari meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melakukan tes, memulai pengobatan lebih awal, serta mempertahankan terapi dalam jangka panjang.
Selain memperluas akses pemeriksaan, Kemenkes juga mendorong penghapusan stigma terhadap orang dengan HIV (ODHIV). Pemerintah menilai stigma masih menjadi salah satu hambatan yang membuat sebagian masyarakat enggan melakukan tes maupun mengakses layanan kesehatan.
Karena itu, edukasi mengenai HIV terus diperkuat agar masyarakat memahami bahwa ODHIV dapat tetap hidup sehat dan produktif dengan pengobatan yang tepat.
Saat ini, layanan deteksi dini HIV telah tersedia di berbagai fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit, puskesmas, klinik, hingga layanan berbasis komunitas. Perluasan layanan tersebut membuat semakin banyak kasus dapat ditemukan lebih awal sehingga pasien dapat segera memperoleh pengobatan sesuai standar.
Kemenkes juga menyoroti bahwa peningkatan jumlah kasus HIV yang terdeteksi tidak selalu menunjukkan meningkatnya angka penularan. Sebaliknya, temuan kasus yang lebih banyak dapat menjadi tanda bahwa program skrining dan pelacakan berjalan lebih efektif.
Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Berdasarkan data hingga Juni 2026, Kemenkes mencatat sebanyak 1.183 kasus HIV secara kumulatif pada kelompok usia 0–24 tahun sejak 2001.
Data tersebut menjadi dasar penguatan berbagai program pencegahan, terutama pada kelompok usia muda. Upaya yang dilakukan meliputi pencegahan penularan HIV dari ibu ke anak, edukasi kesehatan reproduksi bagi remaja, serta perluasan pemeriksaan pada kelompok yang memiliki faktor risiko.
Untuk memastikan program berjalan sesuai kondisi lapangan, Direktorat Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes juga melakukan supervisi program HIV di Kabupaten Sidoarjo.
Supervisi tersebut dilakukan untuk memverifikasi data yang beredar, mengevaluasi pelaksanaan deteksi dini, pengobatan, serta pendampingan terhadap ODHIV. Selain itu, langkah tersebut bertujuan memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan HIV.
Melalui penguatan layanan deteksi dini, Kemenkes berharap semakin banyak masyarakat mengetahui status HIV lebih cepat, mendapatkan terapi sedini mungkin, dan ikut berperan dalam memutus rantai penularan.
Bagi pemerintah, tes HIV bukan sekadar pemeriksaan kesehatan, melainkan langkah awal agar seseorang dapat memperoleh kepastian, perawatan yang tepat, serta tetap menjalani kehidupan yang sehat dan produktif.***
Editor : Alysa
Sumber : kontan.co.id














