NARASITODAY.COM,JAKARTA – Mata berkedip merupakan refleks alami tubuh untuk menjaga permukaan mata tetap lembap dan terlindungi dari debu maupun benda asing. Namun, jika frekuensi kedipan terjadi jauh lebih sering dari biasanya dan berlangsung terus-menerus, kondisi ini patut diperhatikan.
Mata berkedip berlebihan dapat dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari kebiasaan sehari-hari hingga kondisi kesehatan tertentu. Meski sebagian besar penyebabnya tidak berbahaya, keluhan yang berlangsung lama atau disertai gejala lain sebaiknya tidak diabaikan.
Berikut lima faktor yang paling sering menyebabkan mata berkedip berlebihan beserta cara mengatasinya.
1. Mata Kering
Mata kering menjadi salah satu penyebab paling umum. Kondisi ini terjadi ketika produksi air mata tidak mencukupi atau kualitas air mata kurang baik, sehingga mata terasa perih, gatal, atau seperti berpasir. Sebagai respons, tubuh akan membuat mata berkedip lebih sering.
Cara mengatasinya: Perbanyak istirahat saat menggunakan perangkat digital, gunakan tetes mata sesuai anjuran tenaga kesehatan, dan pastikan tubuh tetap terhidrasi.
2. Terlalu Lama Menatap Layar
Paparan layar komputer, laptop, maupun ponsel dalam waktu lama dapat menyebabkan mata lelah atau digital eye strain. Saat fokus pada layar, seseorang cenderung berkedip lebih sedikit sehingga mata menjadi kering dan akhirnya berkedip lebih sering untuk mengimbanginya.
Cara mengatasinya: Terapkan aturan 20-20-20, yaitu setiap 20 menit alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (sekitar 6 meter) selama 20 detik. Atur juga pencahayaan ruangan agar nyaman bagi mata.
3. Alergi atau Iritasi Mata
Debu, serbuk sari, asap, bulu hewan, hingga penggunaan lensa kontak dapat memicu iritasi atau reaksi alergi pada mata. Selain berkedip berlebihan, kondisi ini biasanya disertai mata merah, gatal, atau berair.
Cara mengatasinya: Hindari pemicu alergi, jaga kebersihan mata, dan gunakan obat tetes atau obat antialergi sesuai anjuran dokter jika diperlukan.
4. Stres dan Kelelahan
Tekanan emosional, kurang tidur, dan kelelahan fisik dapat memengaruhi sistem saraf sehingga memicu kedutan atau frekuensi kedipan mata yang meningkat. Kondisi ini umumnya bersifat sementara dan membaik setelah tubuh mendapat waktu istirahat.
Cara mengatasinya: Tidur yang cukup, lakukan relaksasi, olahraga ringan, dan kelola stres melalui aktivitas yang membantu tubuh lebih rileks.
5. Gangguan pada Otot atau Saraf Mata
Dalam beberapa kasus, mata berkedip berlebihan dapat berkaitan dengan gangguan pada otot atau saraf, seperti kejang kelopak mata (blepharospasm) atau kondisi neurologis tertentu. Meski lebih jarang terjadi, kondisi ini memerlukan evaluasi medis apabila gejalanya menetap atau semakin berat.
Cara mengatasinya: Segera periksakan diri ke dokter mata jika kedipan berlangsung selama berminggu-minggu, mengganggu aktivitas, atau disertai mata sulit dibuka, nyeri hebat, gangguan penglihatan, maupun kedutan yang menyebar ke bagian wajah lainnya.
Mata berkedip berlebihan umumnya tidak berbahaya dan dapat membaik setelah penyebabnya diatasi. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila keluhan berlangsung terus-menerus, disertai penglihatan kabur, mata merah yang tidak kunjung membaik, nyeri, atau terjadi setelah cedera pada mata.
Menjaga kesehatan mata dapat dimulai dari kebiasaan sederhana, seperti membatasi waktu menatap layar, mengistirahatkan mata secara berkala, mencukupi waktu tidur, serta mengonsumsi makanan bergizi. Dengan langkah tersebut, risiko gangguan pada mata dapat diminimalkan dan kenyamanan saat beraktivitas tetap terjaga.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














