Erupsi Gunung Lewotobi: Warga Berlari dengan Kaki Gosong untuk Menyelamatkan Diri

0
Ilustrasi Erupsi Gunung Lewotobi

NARASITODAY.COM Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki yang terjadi pada dini hari, Senin (4/11/2024), telah mengguncang Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, dan menyebabkan kepanikan di kalangan warga setempat.

Dengan letusan yang disertai semburan material vulkanik dan lahar panas, banyak warga yang terpaksa melarikan diri dari rumah mereka dalam keadaan darurat, bahkan ada yang berlari dengan kaki gosong karena tidak sempat mengenakan alas kaki. Kejadian ini telah menewaskan setidaknya 10 orang dan membuat ribuan lainnya terpaksa mengungsi.

Baca Juga :  Bupati Bogor Rudy Susmanto Bersama Kepala BNPB Tinjau Pemasangan Jembatan Bailey untuk Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Banjir

Menurut laporan dari Kepala Desa Klatanlo, Petrus Muda, erupsi terjadi sekitar pukul 00.30 WITA dan langsung menghancurkan beberapa bangunan di sekitarnya.

“Kami semua berlari menyelamatkan diri saat mendengar suara gemuruh dari gunung. Beberapa dari kami tidak sempat mengenakan sepatu, sehingga kaki kami terbakar oleh panasnya tanah,” ungkapnya dalam wawancara setelah kejadian.

Ia juga menambahkan bahwa satu keluarga yang terdiri dari enam orang dilaporkan tertindih bangunan yang roboh akibat letusan tersebut. Dan Pemerintah Kabupaten Flores Timur telah menetapkan masa tanggap darurat selama 58 hari untuk menangani dampak bencana ini.

Baca Juga :  Bupati Bogor Sebut Modifikasi Cuaca BNPB Berhasil Kurangi Intensitas Hujan di Wilayah Terdampak

Penjabat Bupati Flores Timur, Sulastri H Rasyid, mengeluarkan surat keputusan yang memperpanjang radius bahaya dari 5 kilometer menjadi 7 kilometer dari puncak gunung. “Kami sedang melakukan segala upaya untuk mengevakuasi warga dan memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak,” katanya saat memberikan keterangan pers.

Tim penyelamat masih bekerja keras untuk mencari korban yang mungkin terjebak di bawah reruntuhan bangunan. Hingga saat ini, lebih dari 1.400 warga telah dievakuasi ke lokasi pengungsian yang aman. Namun, proses evakuasi terkendala oleh kondisi cuaca dan akses jalan yang rusak akibat erupsi.

Baca Juga :  Cara Merawat Buku dengan 5 Tips Penyimpanan yang Ideal dan Efektif

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan warga untuk tetap waspada dan tidak mendekati area berbahaya hingga situasi dinyatakan aman. “Kami menghimbau semua pihak untuk mematuhi instruksi evakuasi dan menjauh dari zona bahaya,” ujar Kepala Pelaksana BNPB.***