NARASITODAY.COM – Keputusan pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong, untuk membawa skuad U-22 dalam ajang ASEAN Championship Mitsubishi Electric Cup 2024 telah memicu reaksi beragam, terutama dari masyarakat Malaysia yang merasa iri dan khawatir akan kekuatan tim lawan.
Dalam pernyataan resmi yang disampaikan pada 2 November 2024, Shin mengonfirmasi bahwa timnya akan berfokus pada pengembangan pemain muda, sebuah langkah yang dianggap berani mengingat Piala AFF bukanlah turnamen resmi FIFA.
Media Malaysia, termasuk Stadium Astro, menyoroti keputusan ini dengan penuh perhatian. Mereka mencatat bahwa meskipun Indonesia tidak berada di grup yang sama dengan Malaysia, langkah Shin untuk menurunkan skuad U-22 tetap menjadi sorotan.
“Masyarakat Malaysia merasa iri dengan keberanian Shin Tae-yong dalam memilih pemain muda, karena ini menunjukkan kepercayaan pada potensi lokal yang bisa menjadi ancaman di masa depan” ungkap seorang analis sepak bola Malaysia.
Dalam wawancara terpisah, Shin Tae-yong menjelaskan bahwa keputusan ini diambil untuk memberikan kesempatan kepada pemain muda agar dapat berkompetisi di level tinggi. “Kami berusaha semaksimal mungkin dan berharap bisa mencapai final. Meskipun kami tahu kemampuan kami mungkin kurang dibandingkan tim lain, saya percaya para pemain muda ini memiliki potensi untuk bersinar” ujarnya.
Respons dari masyarakat Malaysia pun menunjukkan kekhawatiran akan kekuatan Timnas Indonesia U-22. Banyak yang berpendapat bahwa meskipun tim tersebut terdiri dari pemain muda, mereka tetap memiliki kemampuan yang mumpuni dan pengalaman bermain di liga domestik yang kompetitif.
“Kami tidak bisa meremehkan mereka hanya karena mereka masih muda. Mereka bisa saja memberikan kejutan” ujar seorang penggemar sepak bola Malaysia saat ditemui di sebuah acara olahraga.
Sementara itu, mantan pemain nasional Malaysia, Datuk Jamal Nasir Ismail, juga memberikan pandangannya. Ia menyarankan agar Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) lebih fokus pada pengembangan pemain lokal untuk menghadapi tantangan dari tim-tim seperti Indonesia.
“Kami harus lebih banyak memberi kesempatan kepada pemain lokal agar bisa bersaing dengan skuad yang lebih muda dan energik seperti Indonesia” katanya.***














