Aan Triana Almuharom dan Samsul Hidayat Tinjau Langsung Infrastruktur yang Rusak Akibat Bencana Tahun 2020 di Desa Cileuksa

0
Aan Triana Almuharom dan Samsul Hidayat Tinjau Langsung Infrastruktur yang Rusak Akibat Bencana Tahun 2020 di Desa Cileuksa

NARASITODAY.COM – Infrastruktur jalan dan jembatan di Desa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, menjadi perhatian serius dua anggota DPRD.

Aan Triana Almuharom, Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Bogor, bersama Samsul Hidayat, anggota DPRD Provinsi Jawa Barat ini, turun langsung ke lokasi untuk meninjau kerusakan jalan Cileuksa-Ngasuh dan jembatan Cikeusal yang rusak akibat bencana longsor pada tahun 2020 lalu.

Aan Triana Almuharom menegaskan bahwa pembangunan jalan dan jembatan di wilayah tersebut harus menjadi prioritas pemerintah daerah maupun provinsi.

Baca Juga :  Sekda Ajat Ingin Gerakan Menanam Lahir dari Hati, Bukan Sekadar Program

Jalan Cileuksa-Ngasuh harus dibangun oleh pemerintah daerah maupun provinsi. Ini bekas bencana tahun 2020, dan sampai hari ini recovery masih harus kita tuntaskan,” ujarnya saat berada di lokasi, Sabtu (18/01/2025).

Kerusakan infrastruktur akibat bencana longsor tersebut hingga kini belum sepenuhnya tertangani.

Baca Juga :  Backpacker-an di Kota? Jangan Lupa 5 Barang Ini Biar Gak Repot di Jalan

Aan juga menyoroti jembatan Cikeusal yang sampai hari ini belum mendapatkan penanganan optimal dari Pemerintah Kabupaten Bogor.

Jembatan Cikeusal adalah akses vital yang hancur pasca bencana 2020. Kita berharap ini menjadi prioritas untuk percepatan recovery, sehingga akses jalan penghubung bisa dilalui dengan baik,” katanya.

Sementara masyarakat Desa Cileuksa sendiri menyambut baik kunjungan ini. Salah satu warga Angga berharap langkah nyata segera diambil agar akses jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi kehidupan warga dapat kembali normal.

Baca Juga :  DPRD Kabupaten Bogor dan Pemda Bogor Komitmen Selesaikan Tunggakan Kontraktor Sebelum Paruh Pertama 2026

Jadi kata dia, penanganan infrastruktur pasca bencana 2020 ini menjadi pekerjaan rumah besar yang menuntut perhatian serius.

“Keterlibatan langsung para pemangku kebijakan diharapkan dapat mempercepat pemulihan, sehingga wilayah yang terdampak kembali memiliki akses transportasi yang layak dan mendukung aktivitas warga,” pungkasnya.***