NARASITODAY.COM – Wakil Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, mengusulkan agar pemerintah mengganti sistem pembayaran tol yang saat ini menggunakan sistem tap menjadi sistem tanpa berhenti.
Usulan ini diajukan sebagai respons terhadap kecelakaan beruntun yang terjadi di gerbang tol (GT) Ciawi, yang mengakibatkan 8 orang meninggal dunia pada Selasa (4/2) menjelang tengah malam.
“Mungkin dari sisi teknologi untuk mengurangi angka kecelakaan, kami menyarankan kepada pemerintah agar menghindari penggunaan sistem tap yang memaksa kendaraan berhenti,” ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (6/2).
“Seharusnya kita bisa menggunakan teknologi yang lebih canggih yang memungkinkan deteksi pembayaran tanpa kendaraan harus berhenti, seperti yang sudah diterapkan di beberapa negara,” tambahnya.
Selain itu, Dasco juga mendorong pemerintah untuk melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap kendaraan angkutan besar di jalan raya.
Menurut Dasco, banyak kecelakaan maut yang terjadi belakangan ini disebabkan oleh masalah teknis pada kendaraan, seperti rem blong.
“Terutama bagi pemilik kendaraan, serta dinas lalu lintas, harus melakukan pemeriksaan rutin terhadap kendaraan angkutan jalan raya,” jelasnya.
Dasco juga mengingatkan pengusaha truk untuk memastikan kesiapan armada mereka dalam berkendara.
“Ya, terutama itu, jadi setiap pemeriksaan KIR dan hal lainnya tetap harus diawasi. Saya rasa kelalaian dalam hal ini sudah diatur dalam UU lalu lintas dengan sanksinya,” tambahnya.
Kecelakaan beruntun yang terjadi di Gerbang Tol Ciawi, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (4/2) sekitar pukul 23.35 WIB, berawal saat sebuah truk pengangkut galon air mineral hendak memasuki gerbang tol Ciawi menuju Jakarta.
Menurut keterangan Korlantas Polri, truk yang dikemudikan oleh BW (31) tidak dapat dikendalikan, sehingga sempat oleng ke kiri dan ke kanan sebelum menabrak beberapa kendaraan lainnya.
Akibat kejadian tersebut, delapan orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka. Dari delapan korban yang meninggal, enam diantaranya telah berhasil diidentifikasi.***
Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel














