Dukung Swasembada Era Presiden Prabowo, Pemdes Cileuksa Sukajaya Bakal Kebut Lumbung Ketahanan Pangan

0
Dukung Swasembada Era Presiden Prabowo, Pemdes Cileuksa Sukajaya Bakal Kebut Lumbung Ketahanan Pangan

NARASITODAY.COMDesa Cileuksa, Kecamatan Sukajaya, Kabupaten Bogor, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Khusus pada Rabu 26 Febuari 2025.

Musyawarah yang berlangsung di Gedung SDN Cileuksa 02 ini dihadiri Kepala Desa Cileuksa, BPD, Kasi Pemerintahan, Kasi Pemberdayaan Kecamatan Sukajaya, Pendamping Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas serta stek holder hingga masyarakat.

Musyawarah tersebut membahas perencanaan dan implementasi program ketahanan pangan yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, sebagai bagian dari strategi menuju swasembada pangan yang akan dikelola oleh belasan kelompok desa.

Baca Juga :  Masih Ada 12 Anjing Pemburu di Hutan, Desa Sipak Bentuk Satgas Patroli

Selain itu, dalam musyawarah tersebut turut juga membahas tentang keputusan penerima manfaat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa tahun 2025 dengan maksimal 15 persen DD disalurkan terhadap masyarakat Cileuksa.

Kepala Desa Cileuksa, Ujang Ruhyadi menyampaikan tujuan mudesus tersebut merupakan langkah kolaborasi antara pemerintah desa terhadap masyarakat yang ingin mengelola ataupun ikut andil dalam membangun ketahanan pangan Desa.

Ujang Ruhyadi menyebutkan, nantinya para kelompok ini tidak hanya dibentuk cuma-cuma tetapi juga merawat perikanan, pertanian dan peternakan dalam menopang progam swambada pangan.

Baca Juga :  Aan Triana Almuharom dan Samsul Hidayat Tinjau Langsung Infrastruktur yang Rusak Akibat Bencana Tahun 2020 di Desa Cileuksa

“Peningkatan sumber daya kelompok jadi tidak hanya menyerap tetapi supaya berhasil, terus kita progam itu ditentukan misalnya peternak ayam telur jadi harus dirawat dengan baik, jangan sampai hanya diusulkan saja,”kata Ujang Ruhyadi.

Pria yang akrab disapa Apih Ujang ini menyampaikan, bahwa alokasi yang akan dikucurkan terhadap ketahanan pangan tahun 2025 ini sebesar 20 persen dari jumlah keseluruhan dana desa.

“Anggaran ini cukup besar yang bersumber dari 20 persen dana desa tahun 2025, jadi kita harus sepakati tempatnya dimana, misal untuk perikanan ikan mas, lele ataupun nila, tempatnya pun harus jelas tidak bisa sewa-menyewa,”ujarnya.

Baca Juga :  Kawasan Tegar Beriman Jadi Surga Olahraga dan Rekreasi, Keberhasilan CFD Disambut Antusias Warga

Apih Ujang juga menekankan agar program ketahanan pangan ini cepat direalisasikan, sehingga untuk menopang swasembada masyarakat bisa cepat dirasakan.

“Dari hasil musyawarah ini harus cepat diserap dengan cepat sehingga bisa menopang kebutuhan masyarakat, kami juga menjunjung tinggi transparansi, sehingga segala progam yang turun kebawah terlihat sangat jelas,”kata dia.***