Pemkot Bogor Siapkan Paket Sekolah Gratis untuk Pengamen Jalanan yang Putus Sekolah

0
Ilustrasi Pengamen Jalanan

NARASITODAY.COM – Hiruk pikuk jalanan Kota Bogor menyimpan kisah pilu anak-anak muda yang terpaksa mencari rezeki dengan mengamen. Namun, secercah harapan kini hadir. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tengah merancang program inovatif: paket sekolah gratis khusus bagi para pengamen jalanan yang masih berusia pelajar namun telah lama meninggalkan bangku sekolah. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Pemkot untuk menertibkan keberadaan pengamen di ruang publik, sembari memberikan uluran tangan bagi masa depan mereka.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Bogor, Jenal Muttaqin, menjelaskan bahwa Pemkot tidak hanya ingin menertibkan, tetapi juga memberikan solusi yang konstruktif. Para pengamen yang memiliki bakat bermusik akan diberi ruang untuk berekspresi di Taman Ekspresi yang telah disiapkan. Namun, ada seleksi kualitas yang harus mereka lalui.

Baca Juga :  Isu Mobil Dinas Baru di Bogor Viral, Bupati Rudy Tegaskan Jimny Bukan Pengadaan Tahun Ini

“Kualitas bermain musiknya seperti apa? Tentu itu menjadi seleksi juga. Jangan sampai warga yang melintas melihat pemusiknya tidak berkualitas, jadi tidak ada atensi,” ujarnya, menekankan pentingnya kualitas bagi apresiasi publik.

Lebih jauh lagi, Pemkot Bogor memiliki perhatian khusus pada anak-anak pengamen yang putus sekolah. Jenal Muttaqin menegaskan komitmen pemerintah untuk memfasilitasi pendidikan mereka melalui program kejar paket sekolah secara gratis.

Baca Juga :  Makna Damai di Balik Fathu Makkah: Kemenangan Tanpa Kekerasan

“Kalau usianya di bawah 17 tahun, kita cek dia sekolah atau tidak. Kalau putus sekolah, kita siapkan paket sekolah gratis,” katanya dengan nada penuh harap. Inisiatif ini diharapkan dapat memutus rantai putus sekolah dan memberikan kesempatan kedua bagi mereka untuk meraih cita-cita.

Fenomena anak-anak yang mengamen tanpa sepengetahuan orang tua juga menjadi perhatian serius Pemkot. “Karena ada anak-anak yang hanya ikut-ikutan saja tapi nggak tahu orang tuanya setuju atau tidak,” jelas Jenal, menyoroti kompleksitas permasalahan sosial ini. Pemkot menyadari bahwa penanganan masalah pengamen anak tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan pendekatan yang holistik.

Baca Juga :  Program Kesehatan Mental Sekolah dan Keluarga Diperluas untuk Korban Banjir Sumatera

Dengan program paket sekolah gratis ini, Pemkot Bogor menunjukkan komitmennya untuk memastikan setiap anak memiliki hak atas pendidikan. “Kita nggak mau anak yang di bawah umur ikut mengamen, maka kita harus sekolahkan mereka,” tutup Jenal Muttaqin dengan tegas.

Langkah ini bukan hanya sekadar menertibkan, tetapi juga membangun masa depan yang lebih cerah bagi anak-anak jalanan Kota Bogor, memberikan mereka kesempatan untuk mengganti gitar jalanan dengan buku pelajaran, dan melodi kesedihan dengan nyanyian harapan.***

sumber:bogortoday.com