Saat Ibu dan Anak Jadi Saksi, Aksi Kekerasan Pelajar di Ruang Publik Bogor Mencuri Perhatian

0
Ilustrasi kekerasan

NARASITODAY.COM Suasana di jalanan Bogor Selatan tampak biasa saja. Sebuah angkot berhenti di pinggir jalan, menunggu penumpang yang membawa balita di pelukannya dan seorang anak kecil di tangannya. Namun, dalam hitungan detik, suasana berubah tegang.

Sebuah video dari rekaman CCTV yang kemudian viral di media sosial memperlihatkan momen mengejutkan dua pelajar yang sedang menumpang di dalam angkot tiba-tiba diserang oleh rombongan pelajar lain yang datang mengendarai sepeda motor.

Insiden tersebut terjadi pada Kamis siang, 22 Mei 2025. Kejadian ini menambah deretan kekhawatiran masyarakat terhadap aksi kekerasan di kalangan pelajar yang semakin kerap terjadi di ruang publik.

Baca Juga :  Pecah Ban Bikin Geger! Angkot Bogor Terbalik di Tol Jagorawi

Dua pelajar terlihat berdiri di bibir pintu angkot, seolah hendak segera turun atau mungkin terburu-buru menuju tujuan mereka. Namun tak lama setelah penumpang perempuan dengan bayi naik, rombongan pelajar bermotor muncul, berhenti di depan angkot, dan langsung melakukan penyerangan.

Ketegangan pun terjadi. Namun situasi mulai reda ketika seorang pria, penumpang angkot lainnya, turun dan menghadapi para pelaku. Warga yang melihat kejadian tersebut juga berdatangan dan mengusir kelompok pelajar tersebut.

Pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti insiden ini. Kanit Reskrim Polsek Bogor Selatan, Iptu Catur Kurniawan, mengonfirmasi bahwa pihaknya sudah mengidentifikasi pelajar yang terlibat dan langsung mengambil langkah pembinaan di sekolah mereka.

Baca Juga :  Pemdes Neglasari Gelar Tasyakuran HUT RI ke 80

“Setelah kejadian itu, besok harinya didatangi ke sekolahnya. Anak-anaknya (pelajar pelaku penyerangan) dikumpulin sama Kanit Binmas, Bhabinkamtibmas, ada polwan juga. Dikasih pengarahan, pembinaan terhadap anak-anak itu,” ujar Catur saat dikonfirmasi, Senin (26/5/2025).

Menurutnya, para pelajar yang melakukan penyerangan telah mengakui perbuatannya. “Mereka (pelajar) mengakui, mereka yang melakukan penyerangan. Jadi sudah langsung ditindaklanjuti. Jadi langsung pembinaan khusus di sekolah yang melakukan penyerangan itu,” imbuhnya.

Rekaman video yang beredar luas tersebut memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang prihatin melihat aksi kekerasan itu terjadi di tempat umum, apalagi di hadapan ibu dan anak kecil. Tak sedikit pula yang mengapresiasi langkah cepat aparat dan berharap kejadian serupa tidak terulang lagi.

Baca Juga :  Warga Nanggung Ditemukan Masih Mandi dan BAB di Sungai

Di balik layar viralnya video itu, ada pertanyaan yang lebih dalam mengapa kekerasan remaja kini begitu mudah muncul di ruang-ruang publik kita? Dan sejauh mana lingkungan sekolah serta keluarga mampu mencegahnya?

Meski insiden ini telah ditangani, namun bekas ketegangan yang ditinggalkannya masih membekas khususnya bagi para penumpang angkot yang menyaksikan langsung kekerasan itu terjadi begitu dekat. Sebuah pengingat bahwa rasa aman di ruang publik adalah sesuatu yang harus terus dijaga bersama.***