NARASITODAY.COM – Insiden kontroversial yang melibatkan band asal Inggris The 1975 di Malaysia pada Juli 2023 kembali mencuat setelah pernyataan terbaru dari manajer mereka, Jamie Oborne. Dalam podcast The Money Trench, Jamie akhirnya buka suara terkait kejadian yang terjadi saat Good Vibes Festival di Sepang, dan dampaknya terhadap band.
Insiden bermula ketika vokalis Matty Healy secara terbuka mengkritik kebijakan anti-LGBTQ pemerintah Malaysia saat tampil di atas panggung. Tak hanya itu, Matty juga mengejutkan penonton dengan mencium bassist Ross Macdonald. Aksi tersebut membuat The 1975 menghentikan penampilan mereka lebih awal dan langsung meninggalkan panggung.
Akibat aksi tersebut, pemerintah Malaysia membatalkan seluruh rangkaian festival dan secara resmi memasukkan The 1975 dalam daftar hitam. Rencana penampilan mereka di We The Fest Jakarta juga ikut terdampak dan akhirnya batal.
Kini, dua tahun setelah insiden tersebut, Jamie Oborne menyebut bahwa situasi saat itu sangat membingungkan dan penuh tekanan bagi pihak manajemen.
“Itu masa yang sangat menegangkan,” ujar Jamie dikutip dari NME, Rabu (28/5/2025).
Jamie juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menggugat promotor lokal Malaysia, menyusul putusan Pengadilan Tinggi Malaysia pada Februari 2025 yang menyatakan bahwa anggota The 1975 tidak dapat dianggap bertanggung jawab atas insiden di atas panggung tersebut.
“Padahal hakim bilang promotor yang sebenarnya melanggar kontrak. Dan inilah kenapa kontrak itu ada,” jelas Jamie.
Jamie pun menegaskan bahwa sangat kecil kemungkinan The 1975 akan kembali tampil di Malaysia.
“Saya gak berpikir band itu bakal balik ke Malaysia,” ucapnya.
Ia juga menyoroti kondisi hak asasi manusia di Malaysia yang menurutnya menjadi faktor utama di balik keputusan itu.
“Pelanggaran HAM di sana terlalu parah. Bahkan gak ada jumlah uang yang bisa bikin Matty mau balik lagi ke sana,” tandas Jamie.
Dengan pernyataan ini, masa depan hubungan antara The 1975 dan panggung musik Asia Tenggara, khususnya Malaysia, tampaknya masih akan terus menjadi perhatian.***














