NARASITODAY.COM- Peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543 menjadi momen apresiasi bagi para pejuang sosial di tingkat akar rumput.
Camat Sukajaya memberikan penghargaan kepada para pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) Kecamatan Sukajaya atas dedikasi dan kontribusi mereka dalam pelaksanaan program sosial.
Penghargaan tersebut diserahkan secara simbolis dalam upacara HJB sebagai bentuk penghormatan atas kerja keras para pendamping yang selama ini menjadi garda terdepan dalam mendampingi keluarga penerima manfaat (KPM) di wilayah yang memiliki tantangan geografis dan sosial cukup kompleks.
Pendamping PKH, Sandika Paoji, menyebut bahwa pelaksanaan program PKH di Kecamatan Sukajaya telah berjalan sejak tahun 2014 hingga 2025.
Ia menyebutkan bahwa program ini penuh tantangan, terutama karena kondisi geografis yang sulit dijangkau dan tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah.
“Program ini memerlukan kerja luar biasa. Salah satu tantangan utama adalah kondisi geografis yang sulit dijangkau dan tingkat pendidikan masyarakat yang masih rendah. Ini memengaruhi pola pikir penerima bantuan, sehingga pendekatan kami bukan hanya administratif, tapi juga edukatif,” ujarnya, Selasa (3/6/2025).
Pendekatan edukatif dilakukan melalui kegiatan Pertemuan Peningkatan Kemampuan Keluarga (P2K2) yang bertujuan mengubah pola pikir dan perilaku penerima bantuan agar lebih mandiri dan produktif.
Selain itu, para pendamping juga aktif dalam kegiatan pemutakhiran data untuk memastikan ketepatan sasaran penerima bantuan.
Pada April 2025, para pendamping PKH Sukajaya berhasil menyelesaikan proses pemutakhiran Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) melalui metode ground checking.
“Alhamdulillah, Kecamatan Sukajaya menjadi yang tercepat dalam menyelesaikan ground check DTSEN se-Kabupaten Bogor,”tukasnya.














