Tawuran Gagal Total! Polisi Cileungsi Bongkar Rencana Pelajar Jonggol

0
Ilustras Tawuran Gagal Total! Polisi Cileungsi Bongkar Rencana Pelajar Jonggol

NARASITODAY.COM – Pihak kepolisian mengamankan sejumlah pelajar SMP yang menumpang sebuah truk di wilayah Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat (13/6) sore. Tindakan ini dilakukan sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi aksi tawuran antar pelajar.

Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison, menjelaskan bahwa langkah cepat diambil berdasarkan laporan masyarakat yang mencurigai adanya sekelompok pelajar bergerak dari arah Jonggol menuju Cileungsi dengan menumpang kendaraan truk.

“Berdasarkan aduan masyarakat, petugas bergerak cepat setelah menerima informasi mengenai segerombolan anak pelajar SMP yang menumpang sebuah truk dari arah Jonggol menuju Cileungsi,” ujar Kompol Edison pada Sabtu (14/6/2025).

Baca Juga :  AMD vs Intel: Perubahan Dinamika Pasar Data Center Setelah Peluncuran Prosesor EPYC

Sesampainya di lokasi yang dimaksud, petugas langsung menghentikan truk tersebut dan melakukan pemeriksaan. Benar saja, ditemukan 13 pelajar SMP yang berasal dari kawasan Jonggol berada di dalam truk tersebut.

“Setibanya di lokasi yang dicurigai, petugas berhasil menghentikan truk tersebut. Benar saja, di dalamnya didapati 13 orang pelajar SMP yang berasal dari wilayah Jonggol,” lanjutnya.

Baca Juga :  Ketua DPRD Rudy Susmanto Dorong Industri Pariwisata Bebas Pungli

Dari hasil pemeriksaan, aparat menemukan sejumlah bendera yang diduga kuat akan digunakan dalam aksi tawuran.

“Setelah dilakukan pemeriksaan, petugas menemukan bendera yang diduga akan digunakan dalam aksi tawuran,” jelas Kompol Edison.

Para pelajar yang diamankan kemudian mendapatkan pembinaan dari pihak kepolisian terkait bahaya dan dampak negatif tawuran. Mereka juga diminta untuk segera pulang ke rumah masing-masing.

Baca Juga :  Lonjakan Kasus ‘Super Flu’ Melanda New York, Warga Diminta Waspada

Selain itu, pengemudi truk turut diberi teguran serta arahan agar lebih berhati-hati dan selektif dalam mengangkut penumpang, terutama anak-anak sekolah.

“Sementara itu, sopir truk juga tidak luput dari perhatian petugas. Ia diberikan teguran dan arahan agar lebih selektif dalam membawa penumpang, terutama anak-anak pelajar, guna mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti tawuran yang dapat membahayakan pengguna jalan lainnya,” pungkasnya.***