Keluhan Sistem Lambat Warnai Proses PPDB 2025 di Kabupaten Bogor

0
Ilusstrasi anak SMA

NARASITODAY.COM – Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025 di SMA Negeri 1 Rancabungur, Kabupaten Bogor, dikeluhkan sejumlah orangtua calon siswa. Gangguan sistem pada jalur afirmasi yang dibuka sejak 10 hingga 16 Juni 2025 menjadi kendala utama.

Izul, salah satu orangtua calon peserta didik, mengatakan bahwa meskipun pihak sekolah telah memberikan pendampingan, proses input data ke dalam sistem PPDB masih mengalami hambatan.

“Sebenarnya dibantu juga sih dari pihak sekolah, jadi tidak terlalu sulit,” kata dia saat ditemui di SMA 1 Rancabungur, Senin (16/6/2025).

Kendala yang dirasakan Izul tersebut, ketika proses data yang ia masukan itu masuk dalam server pendaftaran. Namun, harus menunggu beberapa untuk diterima.

Baca Juga :  Langkah Berani India Rangkul Swasta untuk Percepat Transisi Energi Nuklir Nasional

“Tapi kendalanya, meskipun sudah masuk (server), datanya belum diterima. Kami sudah menunggu dua jam, dari jam tujuh sampai jam sembilan pagi,” katanya.

Menurut Izul, gangguan ini menimbulkan kekhawatiran karena data anaknya belum terlihat diterima secara resmi di sistem PPDB, meski telah diunggah.

Ia berharap proses pendaftaran tidak dipersulit, agar anak-anak yang ingin sekolah dapat mengakses pendidikan dengan mudah.

“Harapannya jangan dipersulit, ini kan demi masa depan anak-anak,” tegasnya.

Baca Juga :  Sistem Perbatasan Digital Baru Uni Eropa Picu Kekacauan di Bandara, Penumpang Mengantre 5 Jam

Proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2025 di SMA Negeri 1 Rancabungur, Kabupaten Bogor, dikeluhkan sejumlah orangtua calon siswa. Gangguan sistem pada jalur afirmasi yang dibuka sejak 10 hingga 16 Juni 2025 menjadi kendala utama.

Izul, salah satu orangtua calon peserta didik, mengatakan bahwa meskipun pihak sekolah telah memberikan pendampingan, proses input data ke dalam sistem PPDB masih mengalami hambatan.

“Sebenarnya dibantu juga sih dari pihak sekolah, jadi tidak terlalu sulit,” kata dia saat ditemui di SMA 1 Rancabungur, Senin (16/6/2025).

Kendala yang dirasakan Izul tersebut, ketika proses data yang ia masukan itu masuk dalam server pendaftaran. Namun, harus menunggu beberapa untuk diterima.

Baca Juga :  Pecatur Wanita Indonesia, Chelsie Monica, Tundukkan Magnus Carlsen dalam Pertandingan Simultan di Hong Kong

“Tapi kendalanya, meskipun sudah masuk (server), datanya belum diterima. Kami sudah menunggu dua jam, dari jam tujuh sampai jam sembilan pagi,” katanya.

Menurut Izul, gangguan ini menimbulkan kekhawatiran karena data anaknya belum terlihat diterima secara resmi di sistem PPDB, meski telah diunggah.

Ia berharap proses pendaftaran tidak dipersulit, agar anak-anak yang ingin sekolah dapat mengakses pendidikan dengan mudah.

“Harapannya jangan dipersulit, ini kan demi masa depan anak-anak,” tegasnya.***