NARASITODAY.COM- UPT Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kelas A Wilayah V Leuwiliang mulai menangani dua titik longsor di wilayah Kabupaten Bogor. Penanganan difokuskan di ruas Jalan Cisaranten-Sadengkolot, Kecamatan Leuwisadeng, dan di Jalan Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang.
Kepala UPT, Aldino Putra Perdana, mengatakan bahwa pihaknya telah memulai pemasangan bronjong di lokasi longsoran Jalan Cisaranten–Sadengkolot. Namun, distribusi material menjadi tantangan tersendiri akibat kondisi geografis yang cukup ekstrem.
“Posisinya memang cukup ekstrem, sehingga distribusi material agak terkendala. Tapi kami terus berupaya agar material tetap bisa masuk dan longsoran ini segera tertangani,” kata Aldino, Kamis (24/7/2025).
Longsor di lokasi tersebut diketahui memiliki panjang sekitar 8 meter dan ketinggian mencapai 10 meter. Selain pemasangan bronjong, UPT juga akan membangun outlet saluran air guna mencegah aliran air merusak badan jalan di kemudian hari.
Aldino menjelaskan bahwa titik tersebut telah beberapa kali diusulkan untuk penanganan. Namun baru dapat direalisasikan setelah masuk kategori darurat bencana.
“Berkat koordinasi dengan Pemerintah Desa, Kecamatan, dan Dinas PUPR, akhirnya penanganan ini bisa terlaksana,” ujarnya.
Sebelumnya, UPT Leuwiliang juga merespons laporan longsor di Jalan Desa Karacak, tepatnya di Kampung Sukamaju RT 09/RW 02, Kecamatan Leuwiliang.
Bersama unsur Pemerintah Kecamatan dan BPBD Kabupaten Bogor, UPT langsung melakukan pengecekan ke lokasi.
“Kegiatan seperti ini juga kami lakukan di Desa Karacak. Di sana tinggi longsoran mencapai 7,5 meter dengan lebar sekitar 16 meter,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa penanganan bencana longsor akan terus dilakukan secara bertahap guna menjaga akses jalan tetap aman dan berfungsi dengan baik bagi masyarakat.
“Alhamdulillah, titik-titik longsor mulai kami tangani dengan pemasangan bronjong untuk menjamin keamanan warga dan pengguna jalan,” tukasnya.***













