NARASITODAY.COM, JAKARTA – Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menekankan pentingnya konsistensi dan pengukuran dalam setiap upaya peningkatan kemampuan peserta didik agar kebijakan yang diterapkan dapat berjalan efektif dan tepat sasaran.
“Berbagai upaya untuk meningkatkan kemampuan peserta didik merupakan langkah yang baik. Asalkan langkah tersebut dilakukan secara konsisten dan terukur,” ujar Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulis, Jumat (22/8/2025).
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul peluncuran Gerakan Numerasi Nasional (GNN) oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada Selasa (19/8). Program ini bertujuan untuk mengejar target skor Programme for International Student Assessment (PISA) yang telah ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.
Sebagai informasi, skor PISA Indonesia pada 2022 tercatat sebesar 359 untuk literasi membaca dan 366 untuk matematika. Sementara itu, target RPJMN 2025–2029 menetapkan skor 409 untuk membaca dan 419 untuk matematika.
GNN dirancang dengan berbagai kegiatan, seperti penayangan siniar tematik secara berkala, pelatihan bagi guru, serta penerbitan buku numerasi untuk keluarga.
Lestari menilai bahwa seluruh kegiatan dalam GNN harus benar-benar direalisasikan agar mampu mendorong pencapaian target yang telah ditetapkan. Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mendukung gerakan tersebut.
“Sebagaimana lazimnya sebuah gerakan, upaya pemerintah menginisiasi GNN, membutuhkan dukungan dari masyarakat luas,” katanya.
Ia menambahkan, pemahaman menyeluruh dari masyarakat terhadap GNN sangat diperlukan agar program tersebut memberikan dampak nyata dalam peningkatan kemampuan peserta didik.
“Menghadapi ketatnya persaingan di berbagai bidang di era global saat ini dibutuhkan peran aktif semua pihak dalam upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional yang sehat, berkarakter kuat, dan berdaya saing,” pungkasnya.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














