NARASITODAY.COM – Cacingan merupakan infeksi yang terjadi akibat parasit cacing yang hidup di usus manusia. Meski lebih sering ditemukan pada anak-anak, orang dewasa juga tidak luput dari risiko terkena penyakit ini.
Penyakit cacingan dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Berikut adalah 5 gejala cacingan yang perlu kamu kenali, baik pada anak maupun dewasa.
1. Gatal di Sekitar Anus
Gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari, merupakan tanda khas infeksi cacing kremi. Rasa gatal ini sering kali menyebabkan penderita sulit tidur karena terus terganggu. Pada anak-anak, gejala ini cukup sering ditemukan dan menjadi indikasi awal adanya cacingan.
2. Gangguan Sistem Pencernaan
Cacingan bisa menyebabkan berbagai keluhan pada saluran pencernaan, seperti mual, muntah, diare, perut kembung, atau rasa tidak nyaman di perut. Beberapa penderita juga mengalami penurunan nafsu makan dan nyeri perut yang berkepanjangan.
3. Penurunan Berat Badan dan Nafsu Makan
Infeksi cacing mengambil nutrisi dari makanan yang masuk ke tubuh sehingga tubuh mengalami kekurangan asupan gizi. Akibatnya, penderita cacingan sering mengalami penurunan berat badan yang signifikan dan menurunnya nafsu makan, terutama pada anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan.
4. Lemas dan Mudah Capek
Karena tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang cukup akibat serangan cacing, penderita cacingan sering merasa lemas, mudah kelelahan, dan kurang bertenaga. Kondisi ini juga dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga rentan terhadap penyakit lain.
5. Munculnya Ruam dan Iritasi Kulit
Sering menggaruk bagian yang gatal akan menyebabkan iritasi hingga ruam di sekitar anus atau wilayah yang terinfeksi. Beberapa jenis cacing juga dapat menyebabkan reaksi alergi yang menimbulkan bercak merah dan pembengkakan kulit.
Kesimpulan
Gejala cacingan pada anak dan dewasa memang bisa bervariasi, namun kelima tanda di atas adalah yang paling umum muncul. Jika kamu atau keluarga mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera periksakan ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan pengobatan tepat.
Pencegahan utama pun tetap dengan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta menghindari konsumsi makanan atau minuman yang berisiko terkontaminasi parasit.***
Editor : Alysa
Sumber : idntimes.com














