Uji Coba Mesin Pengolah Sampah, Wabup Bogor Targetkan Kurangi Penumpukan

0
pengolahan sampah
Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi atau yang akrab disapa Jaro Ade, meninjau langsung lokasi pengolahan sampah di Kampung Pajeleran, Sukahati, Cibinong, Rabu (3/9/2025).(Foto : Tangkap Layar)

NARASITODAY.COM, BOGOR – Wakil Bupati Bogor, Ade Ruhandi, meninjau lokasi pengolahan sampah di Kampung Pajeleran, Kelurahan Sukahati, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (3/9/2025). Kunjungan ini sekaligus menjadi momen uji coba mesin pengolahan sampah yang diklaim mampu memproses hingga 10 ton sampah per hari.

Pria yang akrab disapa Jaro Ade ini menjelaskan, teknologi tersebut dirancang untuk mengolah berbagai jenis sampah, kecuali batu dan besi. Pada tahap awal, sampah dimasukkan ke dalam tabung pertama yang disebut premier chamber.

Tabung ini berfungsi sebagai ruang pembakaran utama, di mana sampah kering hingga basah akan dimusnahkan. Proses dimulai dengan memasukkan sampah kering agar suhu pembakaran perlahan naik hingga mencapai sekitar 1.000 derajat celcius. Setelah suhu tercapai, pembakaran sampah dapat berlangsung optimal.

Baca Juga :  Tinjau Langsung, Bupati Bogor Pastikan Kegiatan Belajar Mengajar Tetap Berjalan di SDN Cipayung 1 Pasca Banjir

“Ketika pembakaran berlangsung, zat-zat berbahaya yang terkandung di plastik dan material lain akan berubah menjadi uap atau asap. Asap ini kemudian masuk ke tabung horizontal untuk dibakar lagi sebelum dialirkan ke cyclone,” katanya.

Cyclone berfungsi menampung partikel sisa pembakaran, termasuk debu dan residu halus. Dari proses tersebut, sekitar 90 persen residu tertangkap dalam tabung pertama. Debu halus yang terkumpul akan diuji di laboratorium untuk menentukan potensi pemanfaatannya lebih lanjut.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bogor Dorong Perbaikan Sistem Pendidikan Pesantren Secara Kolektif

Setelah itu, aliran uap dan partikel sisa masih disaring kembali di tabung secondary cyclone. Pada tahap ini, sekitar 0,2 hingga 0,3 persen residu tambahan kembali ditangkap sebelum masuk ke ruang pembuangan akhir atau cam. Tabung ini juga dilengkapi dengan sistem pendingin berbasis air agar mesin tetap stabil dan tidak mengalami overheat saat beroperasi.

Baca Juga :  Suhu Ekstrem dan Kualitas Udara Buruk Jadi Penyebab Kematian Massal di Belanda

Menurut Ade Ruhandi, keberadaan mesin ini diharapkan mampu menjadi solusi nyata dalam penanganan persoalan sampah di Kabupaten Bogor. “Dengan kapasitas 10 ton per hari, fasilitas ini bisa membantu mengurangi penumpukan sampah sekaligus menjadi tempat studi banding bagi pihak lain yang ingin mempelajari teknologi serupa,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemkab Bogor berkomitmen mendukung inovasi pengolahan sampah yang ramah lingkungan. Selain sebagai upaya menjaga kebersihan wilayah, teknologi ini juga berpotensi membuka peluang riset serta kerja sama antar daerah dalam mencari solusi berkelanjutan untuk permasalahan sampah.***

Editor : Alysa