NARASITODAY.COM, WASHINTON — Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) Amerika Serikat melaporkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja non-pertanian (nonfarm payrolls) pada Agustus hanya bertambah 22.000 posisi, jauh lebih rendah dibandingkan kenaikan 79.000 pekerjaan pada Juli 2025. Angka ini juga meleset dari ekspektasi para ekonom yang disurvei Reuters, yang memperkirakan kenaikan dari 73.000 menjadi 75.000 pekerjaan.
Perhitungan awal untuk Agustus dinilai memiliki bias yang lemah, dengan proyeksi yang sangat bervariasi mulai dari nol hingga 144.000 pekerjaan baru.
Pasar Tenaga Kerja Melemah
Laporan ini muncul setelah data bulan Juli menunjukkan jumlah pengangguran untuk pertama kalinya melampaui jumlah lowongan pekerjaan sejak pandemi COVID-19. Para ekonom menilai perlambatan ini sebagai dampak dari kebijakan Presiden Donald Trump, khususnya terkait tarif impor dan pengetatan kebijakan imigrasi yang dinilai mengurangi pasokan tenaga kerja.
Penurunan aktivitas perekrutan disebut sebagai penyebab utama pelemahan pasar tenaga kerja. Sementara itu, ketidakpastian atas kebijakan perdagangan mulai mereda setelah pengadilan banding AS mengonfirmasi bahwa tingkat pengangguran naik dari 4,2% pada Juli.
Kontroversi di BLS dan Pergantian Kepemimpinan
Presiden Trump bulan lalu memecat Komisaris BLS Erika McEntarfer, dengan tuduhan tanpa bukti bahwa ia telah memanipulasi data ketenagakerjaan. Pemecatan ini terjadi setelah revisi tajam terhadap data Mei dan Juni.
Namun, sejumlah ekonom membela McEntarfer dan menjelaskan bahwa revisi tersebut berasal dari model “kelahiran dan kematian” yang digunakan BLS untuk memperkirakan dampak perusahaan baru dan tutup terhadap jumlah pekerjaan.
“Ini adalah bagian yang paling sensitif terhadap revisi, karena ini adalah hasil dari pemodelan eksplisit oleh BLS, bukan sesuatu yang dapat mereka survei,” jelas Ernie Tedeschi, Direktur Ekonomi di Budget.
Sebagai pengganti McEntarfer, Trump menominasikan E.J. Antoni, kepala ekonom dari Heritage Foundation. Antoni dikenal sebagai kritikus BLS dan pernah menyarankan agar laporan ketenagakerjaan bulanan ditangguhkan. Penunjukan ini memicu kekhawatiran di kalangan ekonom lintas ideologi, yang menilai Antoni tidak memenuhi syarat untuk posisi tersebut.
Sinyal dari The Fed
Di tengah ketidakpastian ekonomi, Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengisyaratkan kemungkinan penurunan suku bunga dalam pertemuan kebijakan moneter pada 16–17 September. Sejak Desember, suku bunga acuan The Fed tetap berada di kisaran 4,25%–4,50%.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














