
NARASITODAY.COM, JAKARTA- Menteri Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan pentingnya melahirkan generasi pencipta solusi digital, bukan sekadar pengguna teknologi.
Hal itu disampaikan saat puncak kompetisi keamanan siber Cyber Breaker Competition (CBC) Season 2, Minggu (14/9/2025), yang diikuti ratusan peserta muda dari berbagai daerah.
“Kita ingin memastikan talenta muda Indonesia mampu menghadirkan layanan keamanan siber bernilai ekonomi tinggi sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi kreatif nasional,” katanya.
Deputi Bidang Kreativitas Teknologi Digital Kemenekraf, Neil El Himam, menyebut keamanan siber kini menjadi fondasi utama ekosistem digital.
Ia menyoroti kekurangan tenaga ahli keamanan siber secara global dan menekankan pentingnya percepatan penumbuhan talenta nasional.
“Jika kita mampu menumbuhkan 35 ribu talenta muda di bidang ini, itu sudah cukup menjaga ruang digital Indonesia,” ujarnya.
Dukungan juga datang dari Deputi Keamanan Siber dan Sandi Keamanan Nasional BSSN, Slamet Aji Pamungkas, yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.
“Strategi keamanan nasional akan berjalan efektif apabila pemerintah, industri, akademisi, dan komunitas berjalan bersama,” katanya.
Kompetisi yang digelar Peris.ai bersama RRQ ini menghadirkan format e-sports Capture the Flag (CTF) 2 vs 2 live hacking, dengan lebih dari 600 peserta.
Selain lomba, kegiatan juga diisi diskusi panel bertema “Penguatan Ekosistem Keamanan Siber dan Industri Kreatif Digital Indonesia” yang menghadirkan perwakilan pemerintah, akademisi, dan pelaku industri.
Direktur Teknologi Digital Baru, Dandy Yudha Feryawan, menekankan pentingnya pipeline agar talenta muda tidak berhenti di lomba, tetapi terserap di industri maupun pemerintahan.
Menutup kegiatan, Neil El Himam menegaskan bahwa keamanan digital harus dipandang sebagai investasi, bukan biaya.
“Kami mendorong pegiat siber Indonesia agar tumbuh dari individu, menjadi perusahaan, hingga industri yang kuat,” tegasnya.
Harapan itu sejalan dengan arahan Menteri Ekraf agar CBC menjadi ajang berkelanjutan dalam melahirkan generasi baru penjaga ruang digital sekaligus penggerak ekonomi kreatif nasional, sejalan dengan program prioritas Asta Ekraf menuju Indonesia Emas 2045.***
Editor : Andreas













