NARASITODAY.COM – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), resmi ditunjuk sebagai anggota Dewan Penasihat Global Bloomberg New Economy, sebuah platform internasional yang fokus pada transformasi ekonomi global di negara berkembang.
Dikutip dari Kompas.com dan laman resmi Bloomberg New Economy, Senin (22/9/2025), Jokowi menjadi satu dari 22 tokoh dunia yang bergabung dalam dewan penasihat tersebut. Penunjukan ini menempatkan Jokowi sejajar dengan sejumlah pemimpin dan ekonom ternama dunia.
Beberapa nama lain yang turut tergabung dalam dewan tersebut antara lain mantan Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath, Wakil Perdana Menteri Singapura H.E. Gan Kim Yong, serta mantan Perdana Menteri Italia Mario Draghi, yang ditunjuk sebagai Ketua Kehormatan Dewan Penasihat Global.
Bloomberg menyatakan, “Para individu yang ditunjuk menjadi anggota kelompok penasihat ini memiliki pengalaman di tingkat tertinggi dalam dunia bisnis, pemerintahan, dan organisasi multilateral. Sehingga masukan mereka akan sangat penting dalam memandu upaya kami.”
Dewan ini dibentuk pada April 2025 untuk menjawab tantangan ekonomi global yang semakin kompleks. Bloomberg New Economy akan menjadi ajang pertemuan pemimpin pemerintahan dan sektor swasta dalam mencari solusi atas isu-isu kesejahteraan dunia.
Capaian Ekonomi Indonesia di Era Jokowi
Penunjukan Jokowi tak lepas dari rekam jejaknya dalam mengelola perekonomian nasional selama dua periode masa kepemimpinan (2014–2024). Meski menghadapi berbagai tekanan global, Indonesia menunjukkan kinerja ekonomi yang relatif stabil dan progresif di bawah pemerintahannya.
1. Pertumbuhan Ekonomi Stabil
Sepanjang kepemimpinannya, pertumbuhan ekonomi Indonesia konsisten berada di kisaran 5 persen per tahun, kecuali pada 2020 saat pandemi COVID-19 menyebabkan kontraksi ekonomi sebesar -2,07 persen. Namun, sejak 2022, ekonomi Indonesia kembali tumbuh di atas 5 persen.
Data Pertumbuhan Ekonomi (2014–2024):
- 2014: 5,01%
- 2015: 4,88%
- 2016: 5,03%
- 2017: 5,07%
- 2018: 5,17%
- 2019: 5,02%
- 2020: -2,07%
- 2021: 3,70%
- 2022: 5,31%
- 2023: 5,05%
- 2024: 5,03%
Pertumbuhan ini mencerminkan daya tahan ekonomi nasional, termasuk keberhasilan pemerintah dalam mengembalikan performa ekonomi pasca pandemi.
2. Penurunan Kemiskinan ke Level Terendah
Selama dua periode Jokowi, angka kemiskinan berhasil ditekan hingga mencapai titik terendah dalam dua dekade terakhir. Melalui berbagai program perlindungan sosial dan pembangunan desa, jumlah penduduk miskin terus menurun.
Data Kemiskinan:
- Maret 2014: 28,28 juta jiwa (11,64%)
- Maret 2024: 25,22 juta jiwa (9,03%)
- Maret 2025: 23,85 juta jiwa (8,47%)
3. Tingkat Pengangguran Menurun
Tingkat pengangguran terbuka (TPT) juga menunjukkan tren penurunan yang konsisten setelah sempat naik pada masa pandemi. Pada 2024, angka pengangguran turun hingga ke level 3,30%.
Data TPT (2014–2024):
- 2014: ~4,05%
- 2019: ~3,59%
- 2020: ~4,26%
- 2024: ~3,30%
4. Sektor Manufaktur Kembali Bergairah
Indeks Manufaktur Indonesia (Purchasing Managers’ Index/PMI) terus menunjukkan ekspansi dalam dua tahun terakhir, menandakan sektor industri yang kembali pulih dan tumbuh.
Data PMI:
- Maret 2024: 54,2
- Februari 2025: 53,6
PMI di atas angka 50 mengindikasikan ekspansi aktivitas industri. Kinerja ini ditopang oleh kebijakan hilirisasi dan masuknya investasi besar di sektor energi dan logam dasar.
5. Investasi Tumbuh Signifikan
Minat investor domestik dan asing terhadap Indonesia semakin meningkat. Total realisasi investasi nasional terus menanjak, dengan sektor manufaktur menjadi primadona.
Data Investasi:
- 2022: Rp 1.207,2 triliun
- 2023: Rp 1.418,9 triliun
- 2024: Rp 1.714,2 triliun (di mana Rp 721,3 triliun berasal dari sektor manufaktur)
Kesimpulan:
Penunjukan Presiden Joko Widodo sebagai penasihat global di Bloomberg New Economy menegaskan pengakuan dunia terhadap kepemimpinannya, terutama dalam stabilisasi ekonomi dan reformasi struktural di Indonesia. Dengan rekam jejak yang kuat, peran Jokowi di panggung ekonomi global ke depan dinilai strategis dalam menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks.***
Editor : Alysa
Sumber : Berbagai Sumber














