NARASITODAY.COM – Aktris peraih Oscar, Angelina Jolie, melontarkan kritik tajam terhadap situasi politik di Amerika Serikat saat tampil di Festival Film San Sebastian. Dalam forum tersebut, Jolie mengaku merasa asing dengan kondisi negaranya sendiri.
“Saya mencintai negara saya, tetapi saat ini, saya tidak mengenali Amerika Serikat,” ujar Jolie, dikutip dari Variety, Rabu (24/9/2025).
Bintang film Maleficent itu menegaskan bahwa pandangannya terbentuk dari latar belakang keluarga, lingkungan sosial, dan pengalaman lintas budaya yang ia alami. Menurutnya, isu kebebasan berekspresi menjadi perhatian utama di tengah dinamika politik yang semakin kompleks.
“Apa pun yang memecah belah atau membatasi ekspresi pribadi dan kebebasan dari siapa pun, menurut saya, sangat berbahaya. Ini adalah masa-masa yang sangat, sangat berat yang kita jalani bersama,” tambah Jolie.
Pernyataan Jolie muncul di tengah kontroversi pembatalan tayangan Jimmy Kimmel Live oleh jaringan ABC, yang dimiliki oleh Disney. Acara tersebut sempat ditarik setelah Kimmel membahas insiden penembakan terhadap aktivis sayap kanan Charlie Kirk, yang dikaitkan dengan simpatisan Presiden Donald Trump.
Keputusan itu memicu perdebatan luas. Trump menyambut baik langkah tersebut, sementara berbagai serikat kreatif di Hollywood mengecamnya sebagai bentuk pembatasan kebebasan berbicara. Komedian Marc Maron bahkan menyebutnya sebagai bentuk sensor oleh pemerintah.
Sejumlah tokoh publik seperti Stephen Colbert, David Letterman, dan band legendaris U2 turut menyuarakan pentingnya menjaga kebebasan berekspresi dalam sistem demokrasi. Setelah mendapat tekanan publik, Disney dan ABC akhirnya memutuskan untuk menayangkan kembali acara tersebut.
Ketegangan semakin meningkat ketika perdebatan meluas ke media sosial. Komedian senior John Cleese dan jurnalis Piers Morgan bahkan terlibat adu argumen terkait isu ini, menambah panasnya diskusi publik soal batasan ekspresi di Amerika Serikat.***
Editor : Alysa
Sumber : detik.com














