Jakarta Lampaui Kuala Lumpur dalam Peringkat Transportasi Publik Global

0
transportasi
Majalah Time Out menempatkan Jakarta di peringkat ke-17 dunia dan kedua di Asia Tenggara dalam daftar kota dengan sistem transportasi umum terbaik mengungguli Kuala Lumpur, Manila, dan Bangkok. Foto : mediaindonesia.com

NARASITODAY.COM – Media Malaysia, Sinar Daily, menyoroti keberhasilan Jakarta yang berhasil mengungguli Kuala Lumpur dalam daftar kota dengan sistem transportasi umum terbaik di dunia versi majalah Time Out.

Dalam laporan yang dikutip Minggu (28/9/2025), disebutkan bahwa “menurut survei majalah gaya hidup global Time Out, Jakarta menempati peringkat ke-17 dunia dan kedua di Asia Tenggara, hanya kalah dari Singapura.”

Baca Juga :  Relawan Baksos FORMABI-KIP UIN Jakarta Lakukan Program Mengajar dari SDN hingga TPQ

Gubernur Jakarta, Pramono Anung, menyambut baik pencapaian tersebut dan menilai bahwa hal ini mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam membenahi sistem transportasi publik. Ia menyebutkan bahwa pembangunan MRT, LRT, TransJakarta, serta integrasi antarmoda menjadi kunci keberhasilan.

“Dari 50 kota, lebih dari 18.000 responden yang disurvei, Jakarta kini berada di peringkat ke-17. Di Asia Tenggara, kita hanya kalah dari Singapura. Kita lebih baik daripada Kuala Lumpur, Manila, bahkan Bangkok,” ujar Pramono seperti dikutip Sinar Daily.

Baca Juga :  Duel Panas Persija vs Persib Berakhir Imbang 2-2 di Liga 1 2024/2025

Survei yang sama juga menempatkan Jakarta sejajar dengan kota-kota besar dunia seperti Hong Kong, London, Wina, dan Zurich, menandai lompatan signifikan dalam reputasi transportasi publik ibu kota Indonesia.

Sinar Daily menyebut pencapaian ini sebagai kemajuan besar bagi Jakarta, yang selama ini dikenal dengan tingkat kemacetan tinggi. “Jakarta kini lebih unggul daripada Kuala Lumpur dalam urusan transportasi umum,” tulis media tersebut.

Baca Juga :  Dari Auditor Hingga Kepala UPT, 25 Pejabat Baru Kabupaten Bogor Siap Mengabdi

Para pengamat menilai bahwa keberhasilan ini dapat menjadi titik balik untuk memperkuat investasi di sektor transportasi publik dan mendorong masyarakat agar beralih dari kendaraan pribadi ke moda transportasi massal yang lebih efisien dan ramah lingkungan.***

Editor : Alysa

Sumber : cnbcindonesia.com